2026-05-07 HaiPress

JAKARTA, iDoPress – Keterbatasan lahan pemakaman di wilayah Jakarta dan sekitarnya mendorong warga mulai melirik kawasan penyangga ibu kota sebagai alternatif.
Di tengah padatnya ruang kota, kebutuhan akan tempat peristirahatan terakhir yang layak dan sesuai ketentuan kian sulit terpenuhi.
Fenomena ini tidak lepas dari kondisi Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Jakarta yang semakin penuh, sementara kebutuhan pemakaman terus berjalan setiap hari.
Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Fajar Sauri, mengatakan upaya penambahan lahan makam kerap terkendala penolakan warga.
Salah satu solusi yang saat ini masih digunakan adalah makam tumpang di area keluarga.
“Kendala dalam menambah lahan yakni sering terjadi penolakan warga terhadap keberadaan lahan makam,” katanya, dikutip dari Antara, Kamis (7/5/2026).
Saat ini, Jakarta memiliki 118.348 petak makam dengan rata-rata sekitar 100 pemakaman per hari.
Sebanyak 11 TPU disebut masih dapat menampung kebutuhan hingga sekitar tiga tahun ke depan.
Di tengah keterbatasan tersebut, sejumlah warga mulai mencari opsi pemakaman di wilayah pinggiran Jakarta, seperti Bogor.
Konsep pemakaman terencana berbasis taman memorial mulai menjadi salah satu alternatif yang dilirik masyarakat.
Salah satunya di Bogor Timur, yang menawarkan pola pemakaman dengan tata ruang lebih tertata. Di lokasi tersebut, makam disusun secara sistematis, tidak ditumpuk, dan menghadap kiblat.
“Masyarakat Muslim menghadapi tantangan lebih kompleks karena proses pemakaman harus sesuai syariat, seperti tidak ditumpuk, menghadap kiblat, dan berada di kawasan khusus Muslim,” kata Memorial Advisor Supervisor Baqi Memorial Park Bogor Timur, Surya Prayoga.
Ia menambahkan, keterbatasan lahan membuat sebagian keluarga tidak memiliki banyak pilihan.
“Ketika semua serba terbatas, akhirnya keluarga hanya bisa mengikuti kondisi yang ada. Padahal, banyak yang sebenarnya ingin proses pemakaman yang lebih layak dan sesuai syariat,” ucapnya.
Biaya layanan pemakaman di kawasan tersebut dimulai dari sekitar Rp 5 jutaan untuk fasilitas dasar.
Polda Metro Tegaskan Belum Setop Penyidikan Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
28 Tahun Lalu Soeharto Nyatakan Mundur Setelah Aksi Demonstrasi Bertahan 10 Hari
Dilarang Jualan di Trotoar, Pedagang Hewan Kurban di Bogor Minta Disediakan Lapak Khusus
Pemerintah Pusat Diminta Ambil Alih Penanganan Seluruh Pelintasan Sebidang
2 Bus Transjakarta Tabrakan di Kampung Rambutan Jaktim, Diduga Disetir Pramusapa
Imigrasi: Indonesia Bukan "Safe Haven" bagi Orang yang Tidak Bermanfaat
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games