2026-04-15 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Anggota Komisi X DPR Habib Syarief Muhammad mendesak Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menindak tegas pelaku pelecehan seksual oleh 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI).
Tegasnya, Kemendiktisaintek diminta melakukan terobosan agar kasus pelecehan seksual di lingkungan perguruan tinggi tidak kembali terjadi.
"Kita tidak boleh ada toleransi terhadap pelaku kekerasan seksual di kampus. Tindakan tegas harus diambil Kemendiktiksaintek, termasuk pemberhentian sebagai mahasiswa, agar memberikan efek jera dan menjadi peringatan bagi yang lain," ujar Syarief dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).
Pelecehan seksual di dunia pendidikan, tegas Syarief, merupakan pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Menurutnya, lembaga pendidikan seharusnya menjadi tempat untuk menumbuhkan penghormatan terhadap sesama manusia.
"Ironisnya banyak kasus kekerasan seksual yang terjadi di kalangan pelaku pendidikan tinggi di tanah air akhir-akhir ini," ujar Syarief.
Sebelum kasus di FH UI, terdapat kasus kekerasan seksual lain di perguruan tinggi, mulai dari Universitas Budi Luhur (UBL) hingga Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).
Maraknya kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi harus menjadi perhatian serius dari Kemendiktisaintek.
"Penanganan kasus tidak boleh dilakukan secara parsial dan diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing kampus. Ini sudah menjadi persoalan nasional yang membutuhkan intervensi dan kebijakan menyeluruh dari pemerintah," ujar Syarief.
"Kampus harus menjadi ruang aman bagi seluruh civitas akademika. Negara tidak boleh abai dalam menjamin perlindungan tersebut," sambungnya menegaskan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto memastikan perlindungan kepada korban pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa FH UI.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) juga telah berkoordinasi dengan pihak UI dalam memantau kasus tersebut.
"Saya juga sudah berkoordinasi dengan Bapak Rektor, dan kami terus memantau perkembangan penanganan kasus ini, termasuk memastikan pihak-pihak yang menjadi korban memperoleh perlindungan dan pendampingan yang semestinya," ujar Brian dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).
Tegasnya, Kemendiktisaintek tidak menoleransi segala bentuk pelecehan seksual yang terjadi di perguruan tinggi.
Pelecehan seksual, tegas Brian, merupakan pelanggaran serius yang merendahkan martabat manusia.
"Dunia pendidikan tinggi atau perguruan tinggi di mana pun, semestinya menjadi ruang yang aman, bermartabat, dan berintegritas bagi seluruh sivitas akademika," ujar Brian.
Berdasarkan Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi, setiap perguruan tinggi wajib membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).
"Regulasi ini mewajibkan setiap perguruan tinggi membentuk dan menguatkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT), serta menjamin perlindungan dan pemulihan korban," ujar Brian.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang
Naming Rights Parpol di Halte Jakarta Dinilai Langgar Etika Ruang Publik
Periksa 11 Saksi, KPK Dalami Dugaan Pemerasan dan Penerimaan Lain Wali Kota Madiun
KAI Bakal Pakai AI untuk Sistem Perjalanan KRL, Uji Coba di Green Line
Wacana War Ticket Belum Matang, MUI Minta Kemenhaj Fokus Penyelenggaraan Haji Tahun Ini
Kasus Pelecehan Seksual FH UI, Kemendiktisaintek Didesak Tegas kepada Pelaku
Disambut Gibran, Prabowo Tiba di Indonesia Usai Lawatan ke Rusia-Perancis
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games