2026-04-09 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani meminta pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan praktik pembelajaran sains di sekolah, menyusul insiden ledakan senapan rakitan berbasis 3D yang menewaskan seorang siswa di Kabupaten Siak, Riau.
“Peristiwa ini menjadi pengingat serius bahwa kegiatan pembelajaran, khususnya yang melibatkan eksperimen atau karya rekayasa, harus mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama,” ujar Lalu Hadrian saat dihubungi, Kamis (9/4/2026).
“Saya mendorong Kementerian Pendidikan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan praktik pembelajaran berbasis proyek di sekolah, termasuk penyusunan pedoman nasional terkait keamanan eksperimen siswa,” sambungnya.
Dia menegaskan, pendidikan sains memang penting untuk mendorong kreativitas dan inovasi siswa. Namun, hal itu tidak boleh mengabaikan standar keamanan yang ketat.
Menurut dia, insiden tersebut menunjukkan adanya celah dalam pengawasan, penilaian risiko, serta prosedur keselamatan di lingkungan satuan pendidikan.
“Kegiatan praktik yang berpotensi berbahaya seharusnya melalui proses kurasi, pendampingan guru, serta uji kelayakan yang ketat sebelum diperagakan oleh siswa,” kata Lalu Hadrian.
Lalu Hadrian juga menekankan pentingnya penguatan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan, baik di laboratorium maupun dalam praktik lapangan. Dia meminta agar SOP tersebut dijadikan acuan wajib di seluruh sekolah.
“Selain itu, penting untuk meningkatkan kapasitas guru dalam manajemen risiko serta memastikan adanya pengawasan yang memadai dalam setiap kegiatan praktik,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Insiden maut terjadi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islamic Center Kabupaten Siak, Riau, Rabu (8/4/2026), sekitar pukul 10.30 WIB.
Seorang siswa kelas IX berinisial MA (15) tewas akibat ledakan senapan 3D yang dibawa saat praktik. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Siak, AKP Raja Kosmos Parmulais saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
“Peristiwa terjadi saat ujian praktik sains di lapangan sekolah," ujar Kosmos kepada iDoPress melalui pesan WhatsApp, Rabu malam.
Kosmos menyampaikan, korban bersama siswa lainnya melaksanakan ujian praktik sains.
Siswa terbagi dalam lima kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 9 orang. Masing-masing kelompok memperagakan hasil karya sains yang telah mereka kerjakan.
Kelompok korban memperagakan senapan 3D rakitan. Pada saat giliran kelompok korban melakukan uji karya, kelompok lainnya disuruh menjauh.
Korban pun mulai menguji senapan 3D rakitan tersebut.
Polda Metro Tegaskan Belum Setop Penyidikan Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
28 Tahun Lalu Soeharto Nyatakan Mundur Setelah Aksi Demonstrasi Bertahan 10 Hari
Dilarang Jualan di Trotoar, Pedagang Hewan Kurban di Bogor Minta Disediakan Lapak Khusus
Pemerintah Pusat Diminta Ambil Alih Penanganan Seluruh Pelintasan Sebidang
2 Bus Transjakarta Tabrakan di Kampung Rambutan Jaktim, Diduga Disetir Pramusapa
Imigrasi: Indonesia Bukan "Safe Haven" bagi Orang yang Tidak Bermanfaat
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games