2025-01-03 HaiPress

KOMPAS.com - End-to-end encryption (E2EE) adalah salah satu fitur keamanan yang kini menjadi standar pada banyak aplikasi pesan instan seperti WhatsApp,Signal,dan Telegram.
Fitur ini memastikan bahwa hanya pengirim dan penerima pesan yang dapat membaca atau mengakses isi komunikasi,tanpa ada pihak ketiga termasuk penyedia aplikasi yang bisa menyadapnya.
Dalam era digital,di mana privasi sering kali menjadi perhatian utama pengguna,keberadaan E2EE sangat penting untuk melindungi data pribadi dari ancaman seperti peretasan atau penyalahgunaan informasi.
Aplikasi pesan instan menggunakan fitur ini untuk memberikan rasa aman kepada penggunanya,sehingga mereka dapat berkomunikasi dengan lebih bebas tanpa khawatir pesan mereka diakses oleh pihak yang tidak berwenang.
Lantas apa yang dimaksud dengan fitur End-to-End Encryption di WhatsApp? Selengkapnya berikut ini uraiannya.
Baca juga: Facebook Messenger Akhirnya Aktifkan Enkripsi End-to-End Secara Default
Enkripsi end-to-end (E2EE) di WhatsApp adalah fitur keamanan yang memastikan bahwa hanya Anda dan penerima yang dapat membaca atau mendengarkan apa yang dikirim,tanpa ada pihak lain,termasuk WhatsApp,yang dapat mengaksesnya.
Semua pesan,panggilan,foto,video,pesan suara,dokumen,pembaruan status,dan panggilan dienkripsi secara otomatis menggunakan E2EE. Fitur ini aktif secara default,sehingga tidak memerlukan pengaturan tambahan dari pengguna.
End-to-end encryption di WhatsApp adalah salah satu fitur keamanan canggih yang dirancang untuk melindungi privasi komunikasi Anda. Fitur ini bekerja dengan menggunakan pasangan kunci kriptografi yang unik untuk setiap pengguna.
Saat Anda menginstal WhatsApp,perangkat Anda secara otomatis membuat dua kunci: public key (kunci publik) yang dibagikan kepada orang lain,dan private key (kunci privat) yang disimpan dengan aman di perangkat Anda.
Ketika Anda memulai percakapan,WhatsApp secara otomatis menukar kunci publik antara perangkat Anda dan perangkat penerima. Proses ini berlangsung di latar belakang tanpa mengganggu pengalaman pengguna.
Sebelum pesan dikirim,perangkat Anda mengenkripsi pesan tersebut menggunakan kunci publik penerima. Hasilnya adalah pesan yang diubah menjadi format terenkripsi (ciphertext),yang tidak bisa dibaca oleh siapa pun kecuali penerima yang memiliki kunci privat yang sesuai.
Setelah pesan terenkripsi dikirim,WhatsApp hanya bertindak sebagai perantara yang meneruskan pesan tersebut ke perangkat penerima. Server WhatsApp tidak memiliki akses untuk mendekripsi atau membaca pesan karena data tetap dalam format ciphertext selama perjalanan.
Begitu pesan tiba di perangkat penerima,perangkat tersebut menggunakan kunci privat untuk mendekripsi pesan kembali ke bentuk aslinya,sehingga hanya penerima yang dapat membaca pesan tersebut.
Menariknya,sistem ini tidak hanya berlaku untuk pesan individu,tetapi juga untuk obrolan grup dan berbagi media seperti foto,dan dokumen. Setiap grup memiliki kunci enkripsi yang unik,memberikan perlindungan tambahan untuk semua bentuk komunikasi.
Selain itu,WhatsApp menerapkan teknologi canggih seperti algoritma double ratchet dan protokol Signal,yang secara rutin memperbarui kunci enkripsi. Hal ini memastikan bahwa jika satu kunci berhasil diretas,pesan yang dikirim sebelumnya atau yang akan datang tetap terlindungi.
SOUEAST returns to Dubai Fashion Week as official automotive partner, redefining aesthetics of mobility
Para influencer Thailand dengan jutaan pengikut berbondong-bondong ke Gunung Emei untuk menikmati layanan budaya dan pariwisatanya yang bertaraf internasional, menjadikannya daya tarik utama
Dari Obligasi Pemerintah AS hingga Komoditas Fisik: BullNus Berupaya Membangun Lingkaran Bisnis Tertutup RWA yang Didorong oleh "Dunia Fisik"
Pelindung di Tengah Badai: Pentingnya Fitur "Copy Trading" dengan Perlindungan Modal dari Websea
RF RACER Brand Leverages Motorsport Heritage for Engineering Excellence
China Rhythm Membangun Jembatan Budaya Antara Indonesia dan Tiongkok
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games