2024-08-22 HaiPress

Sumber Digital Trends,Microsoft
iDoPress - Microsoft memperbarui ketentuan layanan perusahaan khususnya layanan bertenaga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) seperti Copilot.
Menurut kebijakan terbaru,Microsoft melarang layanan AI-nya dipakai untuk menggantikan manusia,khususnya para profesional yang bertugas memberikan rekomendasi atau saran tertentu.
"Layanan AI tidak dirancang,ditujukan atau dimanfaatkan sebagai pengganti saran profesional," demikian penggalan kebijakan Microsoft.
Baca juga: Microsoft Naikkan Batas Partisi Harddisk FAT32 di Windows 11,Kini Jadi 2TB
Microsoft kemudian memberikan contoh spesifik tentang bot miliknya yang digunakan di industri kesehatan,yakni Health Bots.
Bot ini dirancang untuk organisasi layanan kesehatan untuk membuat dan menyebarkan asisten kesehatan virtual didukung AI.
"Health Bots yang mungkin mencakup rencana tindakan,wawasan,pengingat,dan fitur lainnya,bukan lah perangkat medis dan hanya ditujukan untuk tujuan kebugaran dan kesehatan,dengan program yang dikeluarkan oleh penyedia layanan kesehatan," tulis Microsoft dalam Ketentuan Layanan perusahaan.
"Mereka (bot) tidak dirancang atau dimaksudkan sebagai pengganti saran medis profesional atau untuk digunakan dalam diagnosis,penyembuhan,mitigasi,pencegahan,atau pengobatan penyakit atau kondisi lainnya," tulis Microsoft.
Microsoft juga menyatakan pihaknya tidak bertanggung jawab atas keputusan yang dibuat pengguna,berdasarkan informasi dari bot tentang saran medis.
Perusahaan yang didirkan Bill Gates itu tetap menyarankan pengguna untuk berkonsultasi ke tenaga profesional,seperti dokter,dan menanyakan pertanyaan apa pun yang berkaitan dengan kondisi medis,kebugaran,atau program kesehatan sebelum menggunakan bot kesehatan berbasis AI.
Baca juga: Hacker Iran Intervensi Pilpres AS,Terungkap dari Laporan Microsoft
Selain meluruskan peran AI,Microsoft juga melarang pengguna memakai AI-nya untuk mengekstrak data tanpa izin,hingga memakai data hasil AI-nya untuk melatih layanan AI lain.
"Anda tidak boleh memakai layanan AI untuk menemukan komponen dasar model,algoritma dan sistem," tulis Microsoft dalam kebijakan yang dipublikasikan di laman Ketentuan Layanan perusahaan.
Walaupun sudah dipublikasikan,kebijakan baru itu mulai berlaku akhir September 2024 mendatang,dihimpun KompasTekno dari Digital Trends,Rabu (21/8/2024).
Microsoft memang sudah mewanti-wanti bahwa AI bisa saja disalahgunakan oleh orang tak bertanggung jawab. Oleh karena itu,pembaruan kebijakan ini tampaknya akan menjadi payung hukum bagi raksasa software itu,lantaran produk AI buatannya semakin populer,seperti Copilot.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Tur Jiangsu “Travelogue of China 2026” Resmi Berakhir, Soroti Inovasi, Keterbukaan, dan Pembangunan Berorientasi pada Masyarakat
PT Otto Media Grup Gandeng Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand, Kreator, dan Rantai Pasok
Tangkap Hakim Harus Izin Ketua MA, Wamenkum: Jaga Independensi Kehakiman
Buronan Interpol Ditangkap Imigrasi di Bali, Sempat Kabur Naik Jet Pribadi lalu Dipaksa Putar Balik
Edarkan Sabu Tempel di SPBU, 2 Kurir di Jakbar Dijanjikan Upah Rp 20 Juta
BEM UI Bakal Demo di Bundaran HI Besok, Tuntut Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games