2024-07-25 HaiPress

JAKARTA,iDoPress - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan membantah kabar yang menyebut akan ada bahan bakar minyak (BBM) jenis baru yang akan diluncurkan pada 17 Agustus 2024.
Menurut Luhut,jenis BBM masih tetap sama. Hanya saja pemerintah sedang mengupayakan agar kualitas BBM lebih baik untuk mengurangi polusi udara.
"Enggak BBM baru. (Jenis BBM) Masih sama. Tapi dengan kualitas yang lebih bagus. Euro 4,Euro 5. Kita mau standar ke situ," ujar Luhut usai menghadiri peluncuran golden via di The Ritz Carlton,Mega Kuningan,Jakarta,Kamis (25/7/2024).
Baca juga: Masih Banyak Kendala,Pembatasan BBM Subsidi Diimbau Tak Terburu-buru
"Tapi kan recovery-nya (pemurniannya) harus diperbaiki. Karena refinery kita itu lama kan jadi harus ada penyesuaian sana sini," katanya.
Luhut menjelaskan,saat ini kondisi polusi udara perlu diperbaiki. Salah satunya dengan mengurangi kandungan sulfur dari jenis BBM yang digunakan masyarakat.
Ia menyebut saat ini rata-rata kandungan sulfur dalam BBM yang beredar masih 500 ppm (part per million).
Sementara itu,idealnya kandungan sulfur pada BBM yang baik di bawah 50 ppm.
"Air pollution ini kan memang mesti diperbaiki. Itu mesti masyarakat paham. Bensin-bensin kita sekarang ini kan sulfurnya masih 500. Jadi ya kita semua kena dampaknya. Kita mau nurunin sampai low sulfur," paparnya.
Baca juga: Polisi Cari Identitas Pengemudi Mobil yang Kabur Usai Isi BBM di SPBU Pasar Rebo
"Pilihannya bioetanol atau nanti Pertamina di-refurbished (memperbaharui teknologi pengolahan) sehingga nanti mereka memproduksi bensin yang low sulfur," tambah Luhut.
Diberitakan sebelumnya,pemerintah berencana meluncurkan jenis BBM baru pada 17 Agustus 2024.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengklaim,kandungan sulfur pada jenis BBM baru tersebut lebih rendah.
Selain itu,BBM baru Pertamina yang akan diluncurkan pada bulan depan juga disebut lebih ramah lingkungan.
Baca juga: Jokowi Disarankan Revisi Perpres Sebelum Batasi Penggunaan BBM Subsidi
“Sekarang udara kita banyak emisi,jadi gimana kita bisa kurangi supaya hidup sehat,jadi alternatifnya pakai BBM rendah sulfur,” kata Arifin dikutip dari Kompas.com,Jumat (12/7/2024).
Arifin belum mengungkap nama untuk jenis BBM baru yang akan dihadirkan pada Agustus 2024.
Namun,ia menyampaikan,pemerintah sedang mencari bahan bakar nabati (BBN) sebagai campuran BBM yang dapat menekan kandungan sulfur.
“Tapi menuju itu ada ongkosnya dan kilang kita belum kelar di Balikpapan,” jelas Arifin.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Tur Jiangsu “Travelogue of China 2026” Resmi Berakhir, Soroti Inovasi, Keterbukaan, dan Pembangunan Berorientasi pada Masyarakat
PT Otto Media Grup Gandeng Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand, Kreator, dan Rantai Pasok
Tangkap Hakim Harus Izin Ketua MA, Wamenkum: Jaga Independensi Kehakiman
Buronan Interpol Ditangkap Imigrasi di Bali, Sempat Kabur Naik Jet Pribadi lalu Dipaksa Putar Balik
Edarkan Sabu Tempel di SPBU, 2 Kurir di Jakbar Dijanjikan Upah Rp 20 Juta
BEM UI Bakal Demo di Bundaran HI Besok, Tuntut Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games