2026-04-08 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Pemerintah mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera mengadili pelaku yang mengakibatkan gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian (UNIFIL) di Lebanon selatan.
Plt. Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional Kemlu RI, Veronica Vicka Ancilla Rompis menuturkan, United Nations Department of Peace Operations atau UNDO telah menyampaikan kepada pemerintah Indonesia mengenai hasil investigasi awal atau preliminary finding penyebab gugurnya tiga prajurit TNI.
"Kami mendesak agar semua pihak terkait dapat menyelidiki dan juga mengadili para pelaku serta memastikan akuntabilitas dan kejahatan yang terjadi terhadap personel pemelihara perdamaian," tegas Veronica dalam jumpa pers di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Rabu (7/4/2026).
Vero menuturkan, apabila hasil investigasi penuh mengonfirmasi hasil temuan dari investigasi awal, maka pemerintah mengutuk keras tindakan Israel yang mengakibatkan gugurnya dan terlukanya prajurit TNI.
"Kami menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional," tuturnya.
Pemerintah akan meminta kepada PBB mendesak otoritas terkait untuk menyelidiki, mengadili, dan memastikan akuntabilitas penuh bagi para pelaku.
"Insiden-insiden ini tidak terlepas dari memburukya situasi di Lebanon. Indonesia terus mengtuk keras serangan Israel di Lebanon Selatan yang secara signifikan meningkatkan risiko yang dihadapi oleh personel pemelihara perdamaian PBB," ujarnya.
Serangan Israel, kata Vero, juga melemahkan pelaksanaan mandat dari UNIFIL sebagaimana yang sudah diatur dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701.
"Berisiko semakin membuat destabilisasi situasi dan akan terus membahayakan para personel pemelihara perdamaian," kata dia.
Untuk itu, Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan personel pemelihara perdamaian PBB tidak dapat ditawar lagi.
Sebelumnya, PBB mengungkap temuan awal terkait penyebab gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian (UNIFIL) di Lebanon selatan.
Berdasarkan penyelidikan awal, satu prajurit tewas akibat tembakan proyektil tank militer Israel, sementara dua lainnya meninggal akibat ledakan bom rakitan atau improvised explosive device (IED) yang kemungkinan besar dipasang oleh kelompok Hizbullah.
Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, mengatakan temuan tersebut masih bersifat awal dan didasarkan pada bukti fisik yang tersedia saat ini.
"Ini adalah temuan awal, berdasarkan bukti fisik awal," ujar Dujarric dalam konferensi pers, Selasa (7/4/2026), dikutip dari Reuters.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang
KPK Periksa Pengusaha Rokok Haji Her dalam Kasus Dugaan Korupsi di Bea Cukai
Prabowo Targetkan Produksi Sedan Listrik Besar-besaran Tahun 2028
Polisi Bongkar 14 Kasus Peredaran Obat Berbahaya di Jakut, 14 Tersangka Ditangkap
Sampah Menumpuk di TPS Rawa Bebek imbas Operasional Bantargebang Belum Normal
Menteri Amran Soroti Kenaikan Harga Kedelai, Importir Diminta Tidak Ambil Keuntungan Berlebih
Tembok Bengkel yang Terbakar di Jakbar Miring, Khawatir Timpa Sekolah
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games