2025-03-05 IDOPRESS

JAKARTA,KOMPAS.com - Nasib malang tak bisa dihindari Hendri (46) setelah motornya terendam banjir saat menunggu istrinya yang sedang dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasbullah Kota Bekasi,Selasa (4/3/2025).
"Istri saya dirawat di ICU,motor saya malah kerendam banjir,pikiran saya jadi kebelah-belah," ucap Hendri saat diwawancarai di lokasi,Rabu (5/3/2025).
Mirisnya lagi,motor merek Honda Vario berwarna hitam itu dibeli Hendri secara kredit dan saat ini belum lunas.
Hendri mengaku,sengaja memilih memarkirkan motornya secara resmi di dalam RSUD Kota Bekasi supaya aman.
Ia juga rela membayar sebesar Rp 10.000 per hari untuk parkir di situ.
Namun,ternyata motornya yang terparkir di basement justru terendam banjir.
Baca juga: Walikota Bekasi Bantah Menginap di Hotel Saat Banjir untuk Bermewah-mewahan
Pihak RSUD Kota Bekasi,kata Hendri,mengaku sudah memberikan informasi agar para keluarga pasien memindahkan motornya dari basement.
"Informasi yang dinyatakan itu berupa ada pemanggilan,ada gedor-gedor ke pintu di ruang rawat inap,kalau saya memang bukan di ruang rawat inap,jadi saya enggak dapat informasi yang seperti itu," ungkap Hendri.
Saat kejadian,Hendri sedang tidur di masjid,tempat di mana para keluarga pasien ICU menunggu.
Bukan hanya Hendri,puluhan keluarga pasien lainnya juga mengaku tak mendengar pemberitahuan itu. Akibatnyaada puluhan motor yang terendam banjir saat itu.
Ketinggian air di basement RSUD Kota Bekasi kurang lebih mencapai tiga meter.
"Pasti rusak,karena dari atas motor masih dua meter lagi tingginya air," tutur Hendri.
Sampai saat ini,Hendri dan puluhan korban lainnya masih menuntut ganti rugi dari pihak vendor parkiran di RSUD Kota Bekasi.
"Karena ini kan dia resmi ada vendor kan,instansi gitu lah,perusahaan. Kita kan personal,berharap dong dengan perusahaan gitu lho," tegas Hendri.
Baca juga: Banjir Rendam RSUD Kota Bekasi,Warga Evakuasi Mobil secara Mandiri
Saat ini,Hendri masih membiarkan motornya berada di parkiran RSUD Kota Bekasi sampai ada ganti rugi.
"Saya masih menunggu pertanggungjawaban atau minimal saya bisa ketemu dengan pihak manajemen,terutama lebih ke manajemen parkir," pungkas Hendri.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Keluarga Korban Penyekapan dan Penyiksaan di Bandung Minta Perlindungan LPSK
KPK Panggil Presiden Borneo FC Nabil Husein Jadi Saksi Kasus Rita Widyasari
Nadiem Bentuk Tim Berisi Jurist Tan dkk karena Cemas Saat Jadi Mendikbud
Demokrasi Tanpa Kebijaksanaan di Saat Mayoritas Mengalahkan Kebenaran
Mahasiswa Tuntut Ketua BEM FH UBK dkk Mundur Usai Terima Uang Puluhan Juta Setelah Demo
Nadiem Sebut Banyak Guru Teriak Minta Laptop untuk PJJ Saat Pandemi
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games