2026-07-29 HaiPress



JAKARTA, iDoPress - Sebanyak enam dokter magang atau internship meninggal dalam enam bulan terakhir pada 2026.
Kasus terbaru adalah dokter magang berinisial SZM (25) yang dilaporkan meninggal dunia diduga loncat dari lantai 18 Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Minggu (26/7/2026).
Merespon rentetan kasus kematian dokter magang itu, anggota Komisi X DPR Habib Syarief Muhammad meminta pemerintah mengevaluasi beban hingga lingkungan kerja untuk dokter internship.
"Enam dokter internship meninggal hanya dalam waktu sekitar lima bulan merupakan angka yang sangat memprihatinkan. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak karena besar kemungkinan ada persoalan yang lebih mendasar dalam sistem pendidikan dan pelaksanaan program internsip dokter," ujar Syarief dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).
Tegasnya, jangan sampai beban hingga lingkungan kerja dokter magang justru membahayakan keselamatan maupun kesehatan mental mereka.
"Program internship bertujuan mencetak dokter yang profesional dan kompeten, bukan justru menempatkan peserta pada kondisi yang mengancam keselamatan jiwa. Karena itu, hasil evaluasi harus melahirkan perbaikan nyata agar kejadian serupa tidak kembali terulang," ujar Syarief.
Kasus kematian pertama pada 2026 terjadi kepada dokter magang berinisial AMW (25) di Cianjur, Jawa Barat.
Ia meninggal dunia setelah terinfeksi campak yang menyebabkan gangguan pada jantung dan otak. Selepas melakukan penyelidikan epidemiologi pada Jumat (27/3/2026).
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sendiri telah memastikan bahwa AMW memang meninggal akibat terinfeksi campak.
Kasus kematian kedua terjadi pada 25 Maret 2026, di mana menimpa KAP yang merupakan dokter magang di RS Bhina Bhakti Husada, Rembang, Jawa Tengah.
KAP diagnosis mengalami anemia berat dan kondisi daya tahan tubuh yang lemah yang menyebabkannya meninggal dunia.
Kasus ketiga menimpa dokter magang di Denpasar, Bali, berinisial EBH yang meninggal pada 17 Maret 2026.
EBH yang merupakan dokter magang meninggal akibat demam berdarah dengue (DBD) dengan komplikasi dengue shock syndrome.

Sripoku.com Dokter magang lulusan Unsri, dr Myta Aprilia Azmy, meninggal diduga karena beban kerja berlebih dan sakit.
Keempat adalah MAZ, yang wafat saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang, setelah sebelumnya bertugas di Rumah Sakit KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi.
Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya tersebut sempat dilaporkan bekerja selama tiga bulan tanpa libur.
Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Penyidikan, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Berencana
Isu Demo Besar Agustus, Istana: "Everything Is Okay"
Tiga Kios di Tambora Jakbar Kebakaran, 90 Personel Pemadam Dikerahkan
Yayasan Harapan Ibu Datangi KPAI Minta Bantuan soal Temuan 995 Senjata dan Narkoba
Panglima TNI: Saya Bertanggung Jawab atas Keamanan Masyarakat Seluruh RI
Karhutla Meluas, Istana Imbau Warga Jangan “Main Api”
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games