2026-07-15 HaiPress



JAKARTA, iDoPress - Muhammad (16), remaja asal Gang Sentiong, Jakarta Pusat, menghabiskan hari-harinya dengan menjajakan roti di Stasiun Sudirman dan menggambar sketsa wajah di kawasan Bundaran HI.
Di saat teman-teman sebayanya masih duduk di bangku sekolah, Muhammad justru harus putus sekolah dan bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Kondisi itu bermula setelah kedua orangtuanya berpisah pada awal 2023.
Sejak saat itu, ia dan sang ibu pindah ke sebuah rumah indekos dan harus bertahan di tengah himpitan ekonomi.
"Saya tahun 2023 itu kelas 7 akhirnya jualan di sekolah, roti ibu saya bawa ke sekolah, yang beli temen sama guru. Terus pulangnya kadang saya jualan di sini (Stasiun Sudirman)," kata Muhammad saat ditemui iDoPress di Stasiun Sudirman.
Muhammad masih sempat menamatkan pendidikannya di SMP Negeri 1 Jakarta, Cikini.
Namun, setelah lulus pada 2025, ia gagal diterima di SMA negeri karena nilainya tidak mencukupi.
Sementara itu, keluarganya tidak memiliki biaya untuk menyekolahkannya di sekolah swasta.
"Waktu itu pas PPDB tahun lalu 2025 saya enggak bisa masuk negeri karena nilai saya kurang cukup gitu. Mau ke jalur lain kayak KJP (Kartu Jakarta Pintar) atau bantuan gitu saya enggak bisa, karena enggak punya, kalau swasta enggak ada uangnya," ungkap Muhammad.

iDoPress/Ridho Danu Prasetyo Hasil karya gambar sketsa Muhammad (16) di tempatnya menawarkan jasa gambar di Bundaran HI, Jakarta Pusat
Di tengah keterbatasan ekonomi, Muhammad juga menyadari bahwa jika melanjutkan sekolah, waktu untuk berjualan akan semakin terbatas.
Padahal, penghasilannya dibutuhkan untuk membantu ibunya yang membuat roti di rumah.
"Akhirnya saya juga mikir gitu kalau sekolah SMA, saya jadi enggak ada waktu kan buat dagang. Kan pagi-sore tuh, jadi waktu dagang kan mepet. Jadi kayaknya berhenti sekolah aja deh gitu," katanya.
Awalnya, sang ibu menolak keputusan tersebut. Namun, Muhammad terus meyakinkan ibunya bahwa ia ingin bekerja demi membantu perekonomian keluarga.
"Sempat marah ibu waktu saya mau kerja aja, tapi sekarang memang cari uang aja fokusnya, enggak sekolah dulu karena enggak ada uang. Jadi saya yang inisiatif buat kerja, buat bantu ibu di rumah," tuturnya.
Meski pendidikan formalnya terhenti, Muhammad tidak meninggalkan mimpinya. Sejak duduk di bangku taman kanak-kanak, ia menyukai dunia menggambar.
Anggota DPR Usul Hak Angket Untuk Meredam Konflik Buntut Kasus Febrie Adriansyah
BMW Terparkir 2 Hari di JLNT Antasari Terkunci dan Berdebu saat Diderek
Kepala BKN Bicara soal ASN Terlibat Pusaran OTT Kepala Daerah
Densus 88 dan Gegana Rampungkan Penyisiran Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel
Menguji Kesucian Prinsip Equality Before the Law
Febrie Tersangka, Satgas PKH: Kerja Kami Tak Ditentukan Orang per Orang
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games