2026-07-13 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Komisi III DPR RI menegaskan bahwa perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) menjadi salah satu alasan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset tidak bisa dilakukan secara terburu-buru.
Anggota Komisi III Benny Utama menilai bahwa Komisi III mengedepankan kehati-hatian mengingat regulasi ini menyangkut hak mendasar warga negara.
"Kita ingin hati-hati karena ini ada hak asasi dari warga negara yang harus kita lindungi disini," kata Beni dalam RDPU dengan akademisi dan mahasiswa di Gedung DPR RI, Senin (13/7/2026).
Politikus Fraksi Partai Golkar itu membantah adanya anggapan bahwa DPR menolak mengesahkan RUU tersebut.
Ia mengatakan DPR terus mendengar masukan secara mendalam dari berbagai pihak agar tidak memicu persoalan hukum di kemudian hari.
"Kita dari beberapa waktu yang lalu terus menerus mendengar masukan dari banyak narasumber tentunya bagaimana kita bisa memperkaya, karena kan ini undang-undang baru," ujarnya.
Meski membutuhkan waktu untuk kajian yang matang demi melindungi hak warga negara, Benny memastikan bahwa DPR serius untuk melahirkan undang-undang ini.
Salah satu buktinya adalah dengan tetap memasukkan RUU Perampasan Aset ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas).
"Yang pasti ini di DPR juga masuk prolegnas, ini menunjukan bahwa DPR juga sungguh-sungguh sebenarnya ingin UU perampasan aset ini bisa kita lahirkan," tambah Beni.
Sementara itu Anggota Komisi III DPR RI Machfud Arifin menilai desakan cepat dari masyarakat adalah hal yang wajar, namun DPR harus tetap berada di koridor hukum yang tepat.
"Ini hanya suatu keinginan mereka untuk segera diputuskan, tapi kan ada mekanisme yg harus dilalui. Enggak bisa, kita ini cepet salah, lambat salah juga. Ini butuh waktu yang tepat untuk bisa memutuskan," kata Machfud.
Komisi III DPR RI mencatat sudah ada sekitar 20 kelompok organisasi masyarakat serta akademisi yang hadir memberikan masukan dalam RDPU.
Ia memastikan proses serap aspirasi ini masih akan terus berlanjut di sisa masa sidang ini.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang
Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Penyidikan, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Berencana
Isu Demo Besar Agustus, Istana: "Everything Is Okay"
Tiga Kios di Tambora Jakbar Kebakaran, 90 Personel Pemadam Dikerahkan
Yayasan Harapan Ibu Datangi KPAI Minta Bantuan soal Temuan 995 Senjata dan Narkoba
Panglima TNI: Saya Bertanggung Jawab atas Keamanan Masyarakat Seluruh RI
Karhutla Meluas, Istana Imbau Warga Jangan “Main Api”
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games