2026-07-08 HaiPress

DEPOK, iDoPress – Seorang pengemis penyandang disabilitas bernama Wajir (48) diduga menganiaya seorang anak laki-laki berinisial A di sekitar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Margocity, Kota Depok, pada Senin (6/7/2026).
Polres Metro Depok AKP Hendra mengatakan, usai video yang memperlihatkan kejadian itu viral di media sosial, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan seluruh pihak yang terlibat.
"Kami sudah melakukan cek TKP dan mengamankan terlapor, anak korban, dan ibu kandung korban ke Polres Metro Depok untuk diberikan arahan pembuatan laporan polisi," ujar Hendra saat dikonfirmasi iDoPress melalui pesan WhatsApp, Rabu (8/7/2026).
Dari hasil pemeriksaan, polisi mengetahui bahwa ibu korban berinisial S (25) sebelumnya telah mengenal Wajir.
Selama ini, S juga kerap mengizinkan anaknya ikut mengemis bersama pelaku di sekitar area Margocity.
Meski anaknya diduga menjadi korban penganiayaan, S memutuskan tidak melanjutkan perkara tersebut ke jalur hukum.
"Ibu korban tidak akan menuntut kekerasan yang dilakukan oleh W," kata Hendra.
Berdasarkan surat keterangan yang diterima iDoPress, kedua belah pihak sepakat menandatangani surat pernyataan damai di atas materai dan tidak memperpanjang perkara tersebut.
Dalam surat tersebut, S menyatakan akan merawat anaknya sendiri dan berjanji tidak lagi membiarkan korban ikut mengemis maupun mengamen di jalan.
"Sudah ada perdamaian kedua belah pihak dan mereka membuat pernyataan," ujar Hendra.
Hendra berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi, terutama yang melibatkan anak-anak dalam aktivitas mengemis di jalan.
Ia mengimbau agar para orangtua dapat memberikan perlindungan dan pengawasan yang lebih baik terhadap anak agar terhindar dari tindak kekerasan maupun eksploitasi.
Adapun peristiwa itu terekam video warga dan beredar luas di media sosial, salah satunya melalui unggahan akun Instagram @depokupdateco.
Dalam rekaman tersebut, tampak sejumlah warga mengerumuni lokasi setelah menduga anak yang mengenakan baju tidur berwarna biru bermotif Doraemon itu mengalami perlakuan kasar saat diajak mengemis.
Warga kemudian menghentikan aksi pelaku dan memberikan pertolongan kepada korban.
Namun, pelaku justru marah-marah saat ditegur dan menyebut bahwa bocah tersebut nakal.
Pelaku juga sempat mengaku sebagai bapak pungut dari bocah tersebut karena orangtuanya tidak mau mengurus.
"Bukan (bapak kandung). Bapak pungut, emaknya enggak mau ngurus, bapaknya enggak mau ngurus," ujar pelaku saat ditanya warga yang menegur tindakannya.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang
Mobilitas Hijau di Afrika — UNDP dan TAILG Menandatangani MoU untuk Mendorong Proyek Mobilitas Hijau dan Rendah Karbon demi Mendukung Pembangunan Berkelanjutan di Afrika dan Dunia
PT Otto Media Group Gelar Otto Beauty Matchmaking 2026, Perkuat Koneksi Strategis antara Brand Kecantikan dan Content Creator
Jejak Transformasi Kafe de'Clan Sebelum Polisi Temukan Brankas Rp 60 Miliar
DTKJ Usul Tambah 6 Golongan Penerima Layanan Gratis Naik Transportasi Umum, Ini Daftarnya
Prabowo Hadiri Peluncuran BBM Baru Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Cikampek
Kortas Tipidkor Polri Sita 74 Kg Emas dari Rumah di Sentul, Berapa Nilainya?
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games