2026-07-03 HaiPress



JAKARTA, iDoPress - Sorak-sorai puluhan warga memecah sore di gang sempit kawasan Menteng Jaya, Jakarta Pusat.
Di tengah jalan kampung yang biasanya dilintasi sepeda motor, sebuah bola bergulir cepat dari kaki ke kaki.
Seorang bocah berbaju merah menggiring bola sambil menghindari hadangan lawan. Sesekali tubuhnya bergesekan dengan permukaan aspal yang keras.
Di belakang gawang sederhana dari pipa besi dan bambu, para ibu berteriak memberi semangat.
Anak-anak lain berlarian mengikuti setiap serangan, sementara warga memenuhi sisi jalan, mengubah lorong permukiman menjadi tribun dadakan.
Tak ada rumput hijau. Tak ada tribun megah. Yang ada hanya jalan aspal, jaring gawang seadanya, serta mimpi-mimpi kecil yang tetap tumbuh meski ruang bermain kian menyempit.
Di kampung inilah lahir "Liga Aspal", kompetisi sepak bola U-13 yang digagas Karang Taruna RW 08 Kelurahan Menteng.
Bagi warga, turnamen itu bukan sekadar hiburan, melainkan jalan keluar dari satu persoalan yang sudah lama mereka rasakan, tidak adanya lapangan.
Ketua Karang Taruna RW 08 Menteng, Andicka Prasetia atau Odoy, bercerita bahwa kawasan Menteng Jaya hampir tak lagi memiliki lahan terbuka.
Permukiman yang padat membuat anak-anak kehilangan tempat bermain. Lapangan kosong nyaris tidak tersisa.
"Di kampungan ini memang sudah penuh rumah semua. Sudah enggak ada lagi lahan kosong buat main bola. Kalaupun ada, cuma lapangan badminton kecil dan enggak maksimal," ujar Andicka kepada iDoPress, Kamis (2/7/2026).
Pilihan lain sebenarnya ada, yakni menyewa lapangan futsal di luar kampung. Namun, biayanya dinilai terlalu mahal bagi sebagian besar keluarga.
Untuk bermain selama satu jam, warga harus mengeluarkan uang sekitar Rp100.000 hingga Rp150.000.
Akibatnya, banyak anak akhirnya tetap bermain di jalan.
Pemandangan itu setiap hari dilihat Andicka. Dari situlah muncul gagasan sederhana.
Kalau anak-anak memang selalu bermain di jalan, mengapa tidak dibuat lebih aman dan lebih teratur?
Liga aspal pun lahir.

iDoPress/Ridho Danu Prasetyo Pertandingan Liga Aspal, turnamen sepak bola anak-anak U-13 yang digelar di jalanan Kampung Menteng Jaya, RW 08, Menteng, Jakarta Pusat
Sebenarnya, warga pernah mencoba mencari solusi yang lebih layak.
Di depan permukiman terdapat lahan kosong milik PT KAI yang selama bertahun-tahun terbengkalai dan dipenuhi sampah.
BGN Lapor ke DPR: Bicara WTP BPK di Era Dadan hingga Ungkap Daftar Utang
Kepala Daerah Belajar ke Singapura: Efisiensi Dipertanyakan
Terlibatnya FBI dan Secret Service dalam Kasus Febrie Adriansyah, Ternyata Ini Perannya
Pemeriksaan Ketiga Sudirman Said Terkait Kasus Petral, Apa yang Digali?
Ledakan di Madiun Harus Jadi Alarm Pengingat soal Keamanan Gudang Amunisi
Hotman: Febrie Adriansyah Kebanggaan Presiden Dikriminalisasi Tanpa Pamit
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games