2026-07-01 HaiPress

JAKARTA, iDoPress – Eks anggota Kompi D/Yon 32 Para Pelopor, AKBP (Purn) Soerito, mengenang pengalaman bertugas dalam Operasi Seroja di Timor Timur pada 1975.
Baginya, penugasan tersebut identik dengan pertempuran yang nyaris tak terhindarkan sejak pertama kali menginjakkan kaki di daerah operasi.
Kisah itu disampaikan Soerito dalam program Brigade Podcast yang tayang di kanal YouTube iDoPress yang dikutip pada Rabu (1/7/2026).
"Ya pertemuannya kita (di Timor Timur) langsung bertempur, gitu aja," kata Soerito saat menceritakan pengalaman awalnya di Timor Timur.
Saat itu, Soerito dipercaya menjadi komandan peleton (danton) dengan pangkat Pembantu Letnan Satu (Peltu).
Ia memimpin sekitar 30 personel dalam satu peleton yang diterjunkan ke sejumlah wilayah operasi.
Menurut Soerito, salah satu hal yang paling diingatnya adalah pola serangan pasukan Fretilin yang kerap dilakukan menjelang fajar.
Karena itu, ia mengubah pola siaga pasukannya agar tidak mudah disergap.
"Saya bilang, ini Fretilin, dia kalau bertempur serangan fajar. Jadi kita jam 4 itu harus sudah bangun, kemudian senjata isi, lalu duduki pos. Itu posisinya di ketinggian, jadi kalau diserang saya sudah di atas," ujarnya.
Strategi tersebut, kata Soerito, beberapa kali berhasil mengantisipasi serangan mendadak.
Saat pasukan lawan menyerbu pos, personelnya sudah berada di titik yang lebih tinggi sehingga dapat bertahan.
"Betul, tiba-tiba diserang. Tapi saya kan sudah ada di atas," ucapnya.
Setelah serangan mereda, Soerito baru memerintahkan anak buahnya turun ke pos.
Pada malam hari, pasukannya kembali memilih berjaga di tempat yang lebih tinggi agar tidak menjadi sasaran serangan berikutnya.
"Malamnya kita duduk di atas lagi, jangan sampai kita tidur diserang. Betul, saat diserang, pos kita sudah kosong karena kami sudah di atas," katanya.
BGN Lapor ke DPR: Bicara WTP BPK di Era Dadan hingga Ungkap Daftar Utang
Kepala Daerah Belajar ke Singapura: Efisiensi Dipertanyakan
Terlibatnya FBI dan Secret Service dalam Kasus Febrie Adriansyah, Ternyata Ini Perannya
Pemeriksaan Ketiga Sudirman Said Terkait Kasus Petral, Apa yang Digali?
Ledakan di Madiun Harus Jadi Alarm Pengingat soal Keamanan Gudang Amunisi
Hotman: Febrie Adriansyah Kebanggaan Presiden Dikriminalisasi Tanpa Pamit
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games