2026-06-30 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Lolos seleksi masuk perguruan tinggi semestinya menjadi akhir dari sebuah perjuangan panjang.
Namun bagi sebagian orang, pengumuman yang ditunggu-tunggu itu merupakan awal persoalan baru.
Fenomena 60.000 calon mahasiswa yang sudah lolos seleksi perguruan tinggi namun tidak melakukan daftar ulang menunjukkan hal itu.
Angka yang terekam pada tahun 2025 itu tidak berdiri sendiri, melainkan ada berbagai alasan yang melatarbelakangi. Lantas alasannya karena tidak sesuai pilihan atau justru keterpaksaan ketika pendapatan orang tua tidak memadai?
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok mengatakan, kasus bangku kosong tahun lalu itu dipengaruhi beberapa faktor.
Pertama, prodi tersebut memang tidak terisi sesuai dengan kuota yang ditetapkan di awal.
Kedua, peserta calon mahasiswa jalur SNBP atau SNBT tidak mengambil pilihannya, ketika mengetahui lulus untuk prodi di pilihan kedua, ketiga, atau bahkan keempat.
Mereka dinilai akan tetap mencoba pilihan pertamanya pada jalur seleksi lain.
Hal ini kemudian membuat nama para pendaftar yang sudah tercantum di pengumuman jalur SNBP atau SNBT tidak ada lagi kelanjutannya.
"Dia mencoba (jalur) mandiri dan misalnya di mandiri lulus di pilihan satunya. Akhirnya dia memilih yang pilihan satu," jelas Eduart dalam penjelasannya.
Apakah alasannya hanya itu?
Ia tidak memungkiri, permasalahan biaya mungkin ada. Namun sejauh ini, ia masih mendata jumlah calon mahasiswa yang mengalami kendala itu, pada tahun 2026.
Sebab diketahui, saat ini seleksi mandiri kampus favorit masih berlangsung hingga Juli-Agustus. Artinya, data lengkap kemungkinan baru terkumpul pada Agustus mendatang.
Dugaan sementara berasal dari jumlah calon mahasiswa yang tidak lolos pendaftaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).
"Yang pasti dugaan kita sementara itu dikarenakan pendaftar melalui jalur KIP Kuliah misalnya, itu yang dijatakan lulus misalnya 60.000 (orang), tetapi yang eligible ke KIP Kuliah-nya 30.000. Ada 30.000 lagi yang tidak mendapatkan biasiswa," ungkap Eduart.
50 Days to Go: Step into Her World at Interfilière Shanghai 2026
Nyalakan Semangat Keterampilan, WorldSkills Shanghai 2026 Mengumumkan Angkatan Kedua Duta Impian
Prabowo Terbang ke Kalimantan untuk Cek Penanganan Karhutla
6 Ruko di Bekasi Ambruk Mendadak, Pedagang: Tiba-tiba Barengan Jatuh
Respons Kemenlu soal Negara Tetangga Kirim Nota Keberatan Imbas Asap Karhutla
Menghidup Kembali Pasal 33
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games