Mensesneg: Rencana 2 Perusahaan Otomotif Pindah ke Vietnam Ditunda Sementara

2026-06-26 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, rencana 2 perusahaan komponen otomotif memindahkan sebagian lini produksinya dari Indonesia ke Vietnam untuk sementara telah ditunda.

Prasetyo menyebut, kepastian itu diperoleh setelah tim Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) turun langsung ke lapangan untuk memantau perkembangan rencana relokasi tersebut.

"Alhamdulillah, tadi dilaporkan oleh teman-teman yang memang turun ke lapangan, bahwa rencana perpindahan itu untuk sementara bisa ditunda. Artinya tidak terjadi pemindahan ke Vietnam," ujar Prasetyo saat konferensi pers di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Dia mengeklaim, penundaan relokasi tersebut adalah salah satu hasil kerja awal Satgas Mitigasi PHK yang dibentuk pemerintah, untuk mengantisipasi gelombang pemutusan hubungan kerja.

Prasetyo menekankan, Satgas bertugas melakukan deteksi dini terhadap persoalan di dunia usaha, agar pemerintah dapat segera melakukan mitigasi sebelum berdampak pada pekerja.

"Inilah yang salah satu tugas dari tim Satgas mitigasi bencana ya, ya berusaha, berusaha untuk sedini mungkin melakukan deteksi, sedini mungkin melakukan mitigasi, dan mencari jalan keluar permasalahan-permasalahan yang timbul," jelas dia.

Ketua Satgas Mitigasi PHK itu mengakui bahwa setiap perusahaan memiliki persoalan yang berbeda.

Dalam kasus dua perusahaan komponen otomotif tersebut, rencana relokasi muncul karena keputusan prinsipal atau investor.

"Karena dua perusahaan otomotif itu berpindah oleh karena principal atau investornya yang memutuskan ingin mengurangi atau ingin memindahkan investasinya. Jadi memang sekali lagi, permasalahan dari setiap perusahaan-perusahaan ini memang berbeda-beda gitu," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan terdapat dua perusahaan komponen otomotif yang akan memindahkan sebagian lini produksinya ke Vietnam.

Meski belum merinci nama perusahaan, ia menyebut jumlah pekerja pabrik yang beroperasi di Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur ini berpotensi membuat pemutusan hubungan kerja (PHK) ribuan orang.

Informasi tersebut ia peroleh dari hasil kunjungan ke Jawa Timur bersama sejumlah pihak terkait, di mana industri komponen otomotif disebut menjadi salah satu sektor yang paling rentan terdampak pergeseran rantai pasok global.

Said menjelaskan, tekanan geopolitik global, termasuk situasi perang yang tidak menentu, memicu perubahan strategi perusahaan induk atau prinsipal asal Jepang.

Kondisi tersebut membuat sejumlah prinsipal mempertimbangkan relokasi produksi ke negara yang dinilai lebih kompetitif.

“Di Jawa Timur juga, di daerah Pasuruan dan Mojokerto, ada dua perusahaan, saya belum bisa sebut nama perusahaannya. Dari informasi awal waktu saya ke Jawa Timur, dua perusahaan raksasa komponen otomotif, ini di komponen otomotif, itu bisa ribuan karyawannya akan terdampak PHK,” kata Said dalam konferensi pers daring, Minggu (21/6/2026).

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.

©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games