2026-06-25 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mulai dirasakan sejumlah pengendara di Jakarta.
Meski harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk membeli bahan bakar, sebagian pengguna kendaraan memilih tetap menggunakan Pertamax karena khawatir berpengaruh terhadap kondisi mesin.
Salah satunya Ahmad Sofian (36), pemilik Toyota CR-V yang mengaku belum memiliki rencana untuk beralih ke jenis BBM lain selain Pertamax.
Ia khawatir penggunaan bahan bakar dengan kualitas berbeda dapat berdampak pada performa kendaraan. Mesin kemudian rusak dan menambah biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari.
"Saya enggak berani kalau pindah. Takut mesin kotor, rusak, malah biayanya lebih gede," kata Sofian saat berbincang dengan iDoPress, Kamis (25/6/2026).
Sofian juga mengeluhkan pengeluaran untuk BBM yang meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Menurut dia, sebelumnya ia hanya perlu mengeluarkan sekitar Rp 400.000 untuk mengisi penuh tangki mobil yang dapat digunakan selama tiga hari.
Namun kini, biaya yang harus dikeluarkan mencapai sekitar Rp 700.000 untuk jangka waktu yang sama.
Hal serupa juga disampaikan Farhan (29). Ia mengaku tetap memilih menggunakan Pertamax karena kendaraan roda empat miliknya sejak awal menggunakan BBM dengan angka oktan atau RON 92.
Walau mahal, BBM dengan RON 92 dipilih agar mesin kendaraannya tetap terjaga.
"Sayang mesin. Karena dari awal beli selalu pakai RON 92, takut malah drop mesinnya," katanya.
Pengendara roda empat itu juga mengaku kini hanya mampu mengisi Pertamax senilai Rp 200.000 setiap kali datang ke SPBU.
Namun, Farhan merasa kenaikan harga Pertamax membuatnya harus mengubah pola pengeluaran untuk BBM.
Kini, ia hanya mampu mengisi Pertamax senilai Rp 200.000 setiap kali datang ke SPBU.
"Sekarang sudah di-budget beli dengan nyebutin nominalnya Rp 200.000. Kalau dulu bilangnya full ya, sekarang takut lebih dari Rp 200.000, jadi sesuai budget aja sanggupnya segitu," ujar Farhan.
Kebakaran Paseban Jakpus di Gang Sempit: Lansia Digendong Keluar Rumah, Ada yang Nekat Lompat
Menhan Dong Jun: Indonesia dan China Akan Gagalkan Niat Jahat Kekuatan Asing
Potret Gaya Komunikasi Jokowi
"Lari Aja, Pakai Sandal atau Enggak, Enggak Tahu", Warga Panik Selamatkan Diri Saat Kebakaran Paseban
KPK Juga Tangkap 2 Wakil Rektor Unsoed dalam OTT Rektor
Menhan Sjafrie Sebut Kerja Sama dengan China Langkah Maju di Era Pembangunan dan Masa Depan
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games