2026-06-17 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, diperiksa Polda Metro Jaya terkait kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus hari ini Rabu (17/6/2026).
Dalam kesempatan ini, Dimas meminta penyidik juga memeriksa eks Kepala BAIS TNI Letjen Yudi Abrimantyo.
“Kami juga meminta sebenarnya pemeriksaan juga dilakukan oleh kepolisian kepada Kabais yang sudah meletakkan jabatannya pada tanggal 25 Maret 2026,” kata Dimas ditemui di Mapolda Metro Jaya, Rabu.
KontraS merupakan bagian penasihat hukum Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.
Menurut Dimas, pemeriksaan terhadap Yudi untuk mendalami operasi penyerangan oleh 16 orang yang mereka temukan dalam kasus ini.
Namun hal ini justru luput dari Peradilan Militer yang sudah berakhir tanpa pemeriksaan terhadap Yudi.
“Karena dalam proses peradilan militer, peradilan militer tidak pernah memanggil Kabais, Wakabais yang diganti dan juga Dir-E yang itu berkaitan juga atau berkelindan dengan proses yang selama ini terjadi terkait dengan penyiraman air keras,” tutur Dimas.
Selain itu, dua terdakwa Edi Sudarko dan Budi Hariyanto Widicahyono sebagai eksekutor sudah dicopot dari anggota BAIS TNI.
Dengan status mereka yang saat ini sebagai sipil, Dimas juga berharap penyidik bisa mendalami peristiwa ini dari keduanya.
“Nah itu mungkin nanti yang juga akan kami dorong, kami coba minta kepada penyelidik dan juga penyidik di Polda Metro Jaya untuk juga melengkapi pemeriksaan terhadap pelaku yang sudah mendapatkan vonis di peradilan militer,” ujar dia.
Sebelumnya diberitakan, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Kamis (12/3/2026) malam.
Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada pukul 23.37 WIB saat Andrie Yunus sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I-Talang, Senen, Jakarta Pusat.
Saat melintas di lokasi, dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor diduga Honda Beat keluaran tahun 2016 hingga 2021 menghampiri korban dari arah berlawanan di Jalan Talang (Jembatan Talang).
Pelaku pertama yang bertindak sebagai pengendara mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm berwarna hitam.
Sementara itu, pelaku kedua yang duduk di belakang mengenakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaus biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat hingga pendek dan diduga berbahan jeans.
Nyalakan Semangat Keterampilan, WorldSkills Shanghai 2026 Mengumumkan Angkatan Kedua Duta Impian
Prabowo Terbang ke Kalimantan untuk Cek Penanganan Karhutla
6 Ruko di Bekasi Ambruk Mendadak, Pedagang: Tiba-tiba Barengan Jatuh
Respons Kemenlu soal Negara Tetangga Kirim Nota Keberatan Imbas Asap Karhutla
Menghidup Kembali Pasal 33
Kursi Mahasiswa Baru Unsoed Ditawar dari Rp 50 Juta hingga Rp 500 Juta
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games