2026-06-16 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai, jabatan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang terlalu lama justru tidak baik bagi institusi Korps Bhayangkara.
“Enggak tahu (siapa yang diuntungkan), saya juga tidak ingin tahu, karena menurut saya itu tidak baik. Oleh karena tidak baik, kok masa dipaksakan masuk undang-undang?” kata Mahfud, dalam tayangan Gaspol iDoPress, dikutip Selasa (16/6/2026).
Mahfud menuturkan, kekuasaan yang terlalu lama berada di tangan satu orang berpotensi menurunkan kualitas kepemimpinan.
Selain itu, kondisi tersebut juga dapat menghambat regenerasi di tubuh Polri.
“Itu kekuasaan tuh kalau terlalu lama kan makin lama makin rusak kepemimpinan itu kalau terlalu lama. Yang kedua bottleneck kan,” ujar dia.
Menurut dia, jabatan Kapolri hanya diisi satu orang, sementara jumlah anggota Polri mencapai 460.000 personel.
Di sisi lain, terdapat sejumlah perwira tinggi berpangkat bintang tiga yang menjadi kandidat potensial untuk menduduki posisi tersebut.
“Nah, bintang tiga itu di bawah Kapolri ada tujuhgitu. Nah, ini kalau seorang Kapolri terlalu lamagitu, ini nganggur,” ujar dia.
Oleh karena itu, Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) dalam rekomendasinya yang telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto mengusulkan untuk pembenahan pembenahan jalur karier atau career path anggota Polri.
Tujuannya bukan membatasi masa jabatan Kapolri secara langsung, melainkan menciptakan sistem karier yang membuat seorang perwira baru mencapai pangkat bintang tiga ketika sisa masa dinasnya tinggal sekitar dua hingga tiga tahun.
“Misalnya kamu lulus Akpol tahun sekian, kamu harus di Polsek sekian tahun, lalu di Polres dua kali, lalu Kapolres dua kali, lalu di Polda dulu, ke Kapolda, baru sampai ke bintang tiga,” ujar dia.
“Nah, ketika Anda masuk ke bintang tiga dengan career path itu, sisa masa pensiun Anda itu tinggal tiga tahun paling lama,” tambah dia.
Dengan skema tersebut, kata Mahfud, hanya perwira-perwira terbaik yang dapat mencapai level tertinggi.
“Misalnya ketika di Polres Anda ada masalah, itu kan misalnya di-skors atau apa, itu semakin lambat untuk sampai ke sini (bintang tiga), sehingga Anda akan pensiun mungkin di Kombes,” ucap dia.
Sementara, presiden pun tinggal memilih satu dari sejumlah jenderal bintang tiga yang telah terseleksi secara ketat melalui jenjang karier.
GAC International Mencapai 30 Juta Pelanggan dengan Cepat, Memperkuat "Kurva Pertumbuhan Pertamanya"
2026 Xiaoxian Fuyang Culture Festival Opens
Kendaraan ke-30 Juta Keluar dari Jalur Produksi! GAC Merayakan Tonggak Sejarah Ini Bersama Pengguna di Seluruh Dunia
Sekolah Rakyat Jenjang SD Sepi Peminat, Anggota DPR: Banyak Orangtua Belum Siap Berpisah dengan Anak
Mendes Sebut 80 Persen Penghasilan Kopdes Kembali kepada Masyarakat Desa
Prabowo Resmikan Proyek LNG Abadi Masela di Kepulauan Tanimbar
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games