2026-06-14 HaiPress


JAKARTA, iDoPress - Anggota Komisi VI DPR Fraksi Golkar Firnando Hadityo Ganinduto menyinggung sejumlah perusahaan BUMN yang tidak memberikan kontribusi optimal terhadap bisnis inti perusahaannya.
Berdasarkan informasi yang dia terima, jumlah entitas BUMN yang mencapai lebih dari 1.000 perusahaan dinilai menimbulkan berbagai inefisiensi operasional.
Maka dari itu, Firnando mendukung penuh langkah streamlining atau perampingan BUMN yang tengah dijalankan Danantara sebagai bagian dari transformasi besar perusahaan negara.
Menurut Firnando, kebijakan tersebut merupakan amanat yang telah disampaikan sejak awal pembentukan Danantara, yakni merapikan struktur BUMN yang saat ini terdiri dari lebih dari 1.000 entitas perusahaan.
Termasuk terhadap anak dan cucu usaha, agar menjadi lebih fokus, efisien, dan memiliki arah bisnis yang jelas.
Firnando menegaskan, proses transformasi ini tidak boleh diartikan sebagai pengurangan tenaga kerja, melainkan penataan korporasi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan aset negara.
Ia pun menyoroti komitmen Danantara yang memastikan proses streamlining tidak dilakukan melalui pemutusan hubungan kerja (PHK).
Firnando mengungkit bahwa hal tersebut menjadi salah satu perhatian utama DPR sejak awal pembahasan program transformasi BUMN.

Dok. BP BUMN Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria saat melakukan pertemuan dengan Direktur Strategic Business Development & Portfolio PT Telkom Indonesia, Seno Soemadji di Wisma Danantara, Senin (25/5/2026).
Prabowo Terbang ke Kalimantan untuk Cek Penanganan Karhutla
6 Ruko di Bekasi Ambruk Mendadak, Pedagang: Tiba-tiba Barengan Jatuh
Respons Kemenlu soal Negara Tetangga Kirim Nota Keberatan Imbas Asap Karhutla
Menghidup Kembali Pasal 33
Kursi Mahasiswa Baru Unsoed Ditawar dari Rp 50 Juta hingga Rp 500 Juta
KPK Sebut Penerimaan Mahasiswa Jalur Mandiri Berpotensi Jadi Ladang Korupsi
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games