2026-06-02 HaiPress

JAKARTA, iDoPress – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengajak warga Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, untuk mempertimbangkan tinggal di rumah susun (rusun).
Ajakan itu ia sampaikan saat meninjau lokasi kebakaran yang melanda permukiman warga di RT 002/RW 04, Kelurahan Kebon Kosong, Selasa (2/6/2026).
Mulanya Rano menyebut persoalan permukiman di wilayah tersebut telah berlangsung lama, salah satunya karena sebagian warga menempati lahan milik Sekretariat Negara (Setneg).
Ia menilai kebakaran yang terjadi dapat menjadi momentum untuk kembali mengajak warga mempertimbangkan hunian vertikal.
"Oke, jadi pada saat saya berkunjung ke daerah yang namanya Kebon Kosong, ini masuk Kebon Kosong kan? Memang ini menjadi sejarah panjang. Ini yang mudah-mudahan akan segera kita selesaikan," kata Rano, Selasa.
Ia mengaku sempat berbincang dengan sejumlah warga mengenai kemungkinan pindah ke rumah susun.
"Tadi sambil lalu saya ngomong dengan beberapa warga, 'enggak mau coba di rumah susun?'" ujar Rano.
Namun, kata dia, sebagian warga masih enggan meninggalkan wilayah tersebut karena memiliki ikatan emosional yang kuat dengan lingkungan tempat tinggal mereka.
"'Aduh Bang, kita lahir di sini Bang, bahkan yang namanya ari-ari kita ditanam di sini'," kata Rano menirukan jawaban warga.
Mendengar hal itu, Rano mengaku memahami perasaan warga. Ia bahkan mengaku lahir dan besar di wilayah Kemayoran.
"Saya bilang, 'Eh saya lahir di Kemayoran, di Kepu, ari-ari saya juga saya tanam di Kemayoran, masa kita mau berjubel-jubel tinggal di sini?'" ujarnya.
Rano menegaskan pemerintah tidak bermaksud menganggap permukiman warga saat ini tidak layak huni.
Namun, ia menilai tinggal di rumah susun dapat memberikan kualitas hidup yang lebih baik.
"Kita selalu berusaha untuk menyadarkan masyarakat bahwa bukan berarti tidak layak, tapi mungkin kalau tinggal di rumah susun jauh lebih layak," kata Rano.
Sebelumnya, kebakaran yang terjadi pada Senin (1/6/2026) malam menghanguskan ratusan bangunan di wilayah Kebon Kosong.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 304 bangunan terdampak kebakaran dengan total 354 kepala keluarga atau 679 jiwa terdampak.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan posko pengungsian, layanan kesehatan, dapur umum, bantuan logistik, serta dukungan psikologis bagi warga terdampak kebakaran.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang
Pencapaian 30 Juta Kendaraan GAC Group: Angka-angka di Balik "Kecepatan GAC"
Sahroni: Jampidsus Baru Kuntadi Punya Integritas untuk Menuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
Sahroni Minta Jampidsus Kuntadi Jangan “Main Mata”, Segera Tuntaskan Kasus Febrie
Prabowo Tunjuk Asep Nana Mulyana Jadi Wakil Jaksa Agung, Kuntadi Jadi Jampidsus
Air Kali Bekasi Menyusut Imbas Kemarau, Tumpukan Sampah Muncul di Pinggir Sungai
Istana Jawab Klaim Nanik S Deyang Akan Jadi Pengawas BGN
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games