2026-05-26 HaiPress

JAKARTA, iDoPress -Keinginan untuk tiba lebih cepat di tujuan membuat sejumlah pemotor di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, memilih jalan pintas dengan menaiki flyover Pesing.
Meskipun rambu larangan melintas bagi kendaraan roda dua telah terpasang dengan jelas di area masuk kedua sisi jalan layang, banyak pemotor yang tetap nekat melanggar aturan demi menghindari kemacetan di jalur bawah.
Wahyu (29), salah seorang pengemudi ojek online (ojol) yang kerap mangkal di sisi Jalan Daan Mogot, mengakui pelanggaran ini memang sering dilakukan untuk menghindari titik-titik kemacetan di bawah flyover.
Ia sendiri mengaku pernah sesekali melintasi jalan layang tersebut saat sedang tidak membawa penumpang.
"Biar cepat aja sih biasanya. Karena kalau di bawah sini macet, banyak lampu merah sama belum lagi kereta kan, tapi sekarang-sekarang ini mah udah enggak, semenjak banyak kejadian kecelakaan meninggal," ungkap Wahyu kepada iDoPress di lokasi, Selasa (26/5/2026).
Kondisi arus lalu lintas di jalur bawah yang semrawut turut dikeluhkan oleh Opik (36), sesama pengemudi ojol.
Menurut dia, jalur bawah flyover Pesing kerap dipadati oleh kendaraan bermuatan besar yang memperparah kemacetan lalu lintas.
"Dari Jalan Panjang itu Green Garden kan ke sini udah banyak kendaraan, di Daan Mogot juga penuh. Terus dari Kapuk segala macam itu lewat Angke truk-truk semua isinya, jadi memang bikin macet," jelas Opik.
Kondisi ini diperparah dengan adanya beberapa titik putaran balik yang turut dijaga oleh pengatur lalu lintas liar alias pak ogah yang justru membuat jalanan semakin macet.
Pasalnya, Jalan Daan Mogot di area bawah flyover Pesing memang mengalami menyempitan dari empat menjadi tiga lajur sehingga membuat kendaraan menumpuk.
"Terus kan sekarang harus putar balik di Angke, kalau enggak mau bisa lurus tapi ada pak ogah, itu juga bikin nambah macet," kata Opik.
Kemudian, proses pemadaman kebakaran gudang plastik di kawasan Kapuk Poglar, Jalan Peternakan Raya, Kapuk juga turut membuat situasi kemacetan semakin parah selama sepekan terakhir.
"Apalagi gara-gara kebakaran di Kapuk itu kan belum padam sampai sekarang, dia bikin makin macet di bawah, jadi aja (motor) pada lewat atas," sambungnya.
Meski banyak yang mencari jalan pintas, tidak sedikit pula warga yang tetap memilih tertib aturan berlalu lintas.
Salah satunya Ramedhan (28), warga Kebon Jeruk yang rutin melintasi Jalan Daan Mogot, yang menolak untuk ikut-ikutan menaiki flyover meski kondisi macet.
50 Days to Go: Step into Her World at Interfilière Shanghai 2026
Nyalakan Semangat Keterampilan, WorldSkills Shanghai 2026 Mengumumkan Angkatan Kedua Duta Impian
Prabowo Terbang ke Kalimantan untuk Cek Penanganan Karhutla
6 Ruko di Bekasi Ambruk Mendadak, Pedagang: Tiba-tiba Barengan Jatuh
Respons Kemenlu soal Negara Tetangga Kirim Nota Keberatan Imbas Asap Karhutla
Menghidup Kembali Pasal 33
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games