2026-05-07 HaiPress

BEKASI, iDoPress — Sejumlah warga berjaga di pelintasan rel tanpa palang pintu dekat Stasiun Cibitung, tepatnya di Desa Telaga Asih, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Kamis (7/5/2026).
Selain untuk menjaga keamanan warga yang hendak menyeberang, mereka juga menawarkan jasa mengangkat sepeda motor bagi pengendara yang ingin melintas di rel.
Biasanya, mereka menunggu di gubuk semi permanen yang berdiri di bantaran rel sambil menanti pengendara yang menggunakan jasa penyeberangan.
Aktivitas ini telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir dan menjadi sorotan masyarakat karena dinilai membahayakan keselamatan.
Padahal, sekitar 900 meter hingga 1 kilometer dari tempat itu, terdapat pelintasan resmi yang dapat digunakan pengendara.
Namun, sebagian warga tetap melintas di jalur tidak resmi tersebut dengan membayar sekitar Rp 5.000 untuk sekali penyeberangan.
Pantauan iDoPress di lokasi, sekali menyeberang, empat atau lima orang membantu mengangkat sepeda motor.
Mereka menggunakan bambu sebagai alat penopang.
Mereka tampak terbiasa melakukan aktivitas tersebut. Mereka bahkan terlihat sigap mengatur waktu penyeberangan di sela-sela perjalanan kereta api yang melintas.
Di lokasi, terlihat pula sejumlah plang besi berjajar sebagai pembatas area rel.
Namun, sebagian warga masih memilih melintas di jalur tersebut demi memangkas waktu perjalanan
Menanggapi hal itu, Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo menegaskan, aktivitas di jalur rel tanpa izin sangat dilarang karena membahayakan.
“KAI tegas melarang masyarakat untuk beraktivitas di jalur kereta api apa pun alasannya, karena sangat membahayakan perjalanan kereta api dan masyarakat itu sendiri,” ujar Franoto saat dikonfirmasi iDoPress melalui pesan, Kamis.
Menurut dia, larangan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
Franoto juga mengimbau masyarakat, khususnya pengendara roda dua, agar menggunakan pelintasan resmi yang terjaga demi keselamatan bersama.
“Ini demi keselamatan bersama. Jadi kami harap tidak mengambil jalan pintas melintasi rel kereta api,” kata dia.
KAI akan berkoordinasi dengan aparat kewilayahan setempat untuk menindaklanjuti aktivitas penyeberangan liar tersebut.
“KAI akan berkoordinasi dengan kewilayahan setempat untuk dilakukan kegiatan penutupan akses orang melintas di lokasi tersebut,” ujar dia.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang
Nyalakan Semangat Keterampilan, WorldSkills Shanghai 2026 Mengumumkan Angkatan Kedua Duta Impian
Prabowo Terbang ke Kalimantan untuk Cek Penanganan Karhutla
6 Ruko di Bekasi Ambruk Mendadak, Pedagang: Tiba-tiba Barengan Jatuh
Respons Kemenlu soal Negara Tetangga Kirim Nota Keberatan Imbas Asap Karhutla
Menghidup Kembali Pasal 33
Kursi Mahasiswa Baru Unsoed Ditawar dari Rp 50 Juta hingga Rp 500 Juta
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games