2026-04-20 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar memaparkan sejumlah potensi risiko persaingan peredaran obat produk lokal dan impor karena dampak perjanjian dagang resiprokal atau agreement on reciprocal trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Hal ini disampaikan Taruna dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR-RI, Senin (20/4/2026).
Dalam slide yang dipaparkan Taruna, ada delapan potensi risiko dampak dari perjanjian tersebut. Salah satunya yakni "Persaingan yang semakin ketat antara produk lokal dan produk impor."
Dampak lainnya, ada persepsi standar operasional BPOM dengan US FDA berbeda, padahal menurut Taruna, keduanya memiliki standar WHO Listed Authority (WLA).
"Kami ingin menegaskan bahwa Badan POM dan US FDA memiliki standar yang sama. Kita sama-sama WLA, kita sama-sama Pharmaceutical Inspection Co-operation Scheme, namun dipersepsikan berbeda oleh masyarakat," ucapnya.
Sebab itu, Taruna mengatakan akan memberikan rekomendasi perlindungan industri nasional, strategi diplomasi dan peningkatan pengawasan post-market.
"Sebetulnya Badan POM lewat Agreement on Reciprocal Trade tetap mempunyai kewenangan penuh dalam hal memastikan keamanan obat dan makanan yang beredar di tengah masyarakat," ucapnya.
Adapun potensi lainnya berkaitan dengan tekanan daya saing kemampuan promosi industri domestik dan UMKM.
Ada juga risiko ketergantungan impor bahan baku dan produk jadi, potensi disparitas harga dan aksesibilitas terhadap obat.
"Perlu penguatan regulasi, evaluasi, dan pengawasan post market," ucapnya.
Potensi risiko lain adanya peningkatan peredaran kosmetik impor yang dilakukan lewat situs belanja online.
Satpam Bundaran HI Masih Trauma, Belum Siap Lapor Polisi soal Cekcok dengan Sopir Alphard
Anggota DPR Ingatkan Operator Tak Naikkan Tarif usai Putusan MK soal Kuota Internet
Menko Polkam Sebut Pelarangan Vape Hanya Berlaku bagi yang Terkait Narkoba
Kejagung: Sidang Etik Febrie Adriansyah Menunggu Proses Pidana
Kejagung Jelaskan Alasan Febrie Adriansyah Masih Berstatus Saksi dalam Sprindik TPPU
Jakarta Triathlon 2026 Digelar di Ancol 13 September, Buka Kategori Anak hingga Lansia
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games