2025-03-04 HaiPress

BOGOR,KOMPAS.com -Seorang warga bernama Novi (40) harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut setelah tertimpa material longsoran tembok penahan tanah (TPT) yang menimpa rumahnya di Kampung Babakan Poncol,Kelurahan Ciluar,Kecamatan Bogor Utara,Kota Bogor,pada Senin (3/3/2025) malam.
Kondisi Novi sempat tak sadarkan diri saat dibawa ke Rumah Sakit FMC. Karena kondisi tersebut,Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memfasilitasi penanganan korban dengan merujuknya ke RSUD Kota Bogor.
"Iya,pagi tadi,saya bersama Pak Sekda,BPBD,relawan,dan Pak Camat untuk merujuk pasien korban longsor di Ciluar. Jadi,Ibu ini harus dilarikan ke RSUD Kota Bogor untuk menjalani tindakan medis," ungkap Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin,saat meninjau lokasi longsor,Selasa (4/3/2025).
Baca juga: Seorang Balita Meninggal Tertimpa Turap Longsor di Bogor
Jenal menyampaikan,Novi telah dirawat di RSUD Kota Bogor dengan kondisi patah tulang pinggul kiri dan kanan sehingga membuatnya tidak bisa bergerak sama sekali.
Sementara itu,anak dari Novi,Saka (11 bulan),meninggal dunia akibat tertimpa material longsor TPT.
"Balita itu ditemukan di bawah ibunya. Sang ibu berusaha melindungi anaknya saat tertimpa pondasi turap," ujar Jenal.
"Saya melihat sendiri bekas tangan ibunya merangkak ke tembok,mencari pegangan untuk menyelamatkan diri dari bongkahan turap," sambungnya.
Atas peristiwa tersebut,Jenal meminta agar dilakukan antisipasi dengan mengaktifkan peran tokoh masyarakat dan aparat.
"Saya kembali mengingatkan seluruh aparat wilayah untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian terhadap potensi bencana. Warga yang tinggal di bantaran sungai juga harus selalu siaga karena bencana sulit diprediksi," bebernya.
Baca juga: Jalan Samping Istana Batu Tulis Bogor Ambles,Akses Ditutup Sementara
"Kami akan segera menggelar rapat koordinasi dan siap siaga bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk langkah antisipasi dan mitigasi bencana," imbuh dia.
Sebelumnya,longsor terjadi Kampung Babakan Poncol,RT 01 RW 02,Senin (3/3/2025) malam.
Dalam peristiwa itu,seorang balita bernama Saka meninggal dunia. Sementara,sang ibu harus dirawat di rumah sakit akibat tak sadarkan diri.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor,Hidayatulloh,mengungkapkan,peristiwa itu terjadi saat hujan deras mengguyur kawasan Bogor sejak Senin sore hingga malam.
Kondisi tersebut menyebabkan tembok penahan tanah setinggi lima meter yang berada di lokasi longsor hingga menimpa rumah korban.
"Kejadian ini berlangsung begitu cepat akibat curah hujan yang tinggi yang menyebabkan pergeseran tanah di bagian atas," kata Hidayatulloh.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Towards A Shared Genomics Future In Asia Pacific: BGI Group’s Collaboration With APEC Members
Total Energy's Era Energi partners with Zhuochuangtong to accelerate Indonesia's energy transition —a global energy giant joins forces with a local team to develop renewable energy and power infrastructure.
Era Energi, anak perusahaan Total Energy, bermitra dengan Zhuochuangtong untuk mempercepat transisi energi Indonesia — raksasa energi global bergabung dengan tim lokal untuk mengembangkan energi terbarukan dan infrastruktur listrik.
Dari Gang Sempit Depok, Bisnis Parkir Rp 5.000 Ini Diam-diam Raup Jutaan Tiap Bulan
Evakuasi Kebakaran Apartemen Mediterania Masih Berlanjut, 20 Penghuni Masih di Lantai Atas
83 Anggota DPRD Setujui Suhud Alynudin Gantikan Khoirudin sebagai Ketua DPRD DKI
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games