2025-01-14 IDOPRESS

JAKARTA,iDoPress - Jaksa penuntut umum menunjukkan tangkapan layar Closed-Circuit Television (CCTV) di area Bandara Ahmad Yani,Semarang Jawa Tengah yang diduga menjadi lokasi serah terima uang suap vonis bebas pelaku pembunuhan,Gregorius Ronald Tannur di muka sidang.
Tangkapan layar itu jaksa tampilkan ketika mencecar saksi pegawai bagian Airport Technology Departement PT Angkasa Pura yang bertugas di Bandara Ahmad Yani,Fandi Hardian.
Ia diminta memberikan keterangan dalam sidang dugaan suap vonis bebas Ronald Tannur yang menjerat tiga hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.
Setelah menanyakan bagaimana sistem pengawasan menggunakan CCTV di badnara,jaksa mengkonfirmasi bahwa gambar yang ditampilkan mengarah ke tenant Dukin’ Donuts,tempat yang diduga menjadi lokasi serah terima suap.
Baca juga: Mertua Meninggal,Hakim Pembebas Ronald Tannur Pinjam Rekening Rp 1,9 Miliar yang Disita
“Ada juga yang mengarah ke tenantnya ya?” tanya jaksa di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat,Selasa (14/1/2025).
Namun,menurut Fandi,tidak ada kamera yang menyorot tenant Dunkin’ Donut itu secara langsung. CCTV hanya merekam bagian lorong bandara.
Menurutnya,selain Dunkin’ Donuts di lokasi tersebut erdapat sejumlah tenant seperti kafe,restoran padang,minimarket,dan lainnya.
Lokasi itu masih masuk area publik sehingga bisa diakses siapa saja.
“Tidak harus penumpang,” kata Fandi.
Meski demikian,potongan CCTV itu tidak menunjukkan gambar pertemuan antara Ketua Majelis Hakim PN Surabaya Erintuah Damanik dengan pengacara Ronald Tannur,Lisa Rachmat. Sebab,gambar yang dihadirkan di sidang diambil pada Desember 2024.
Baca juga: Gaya Tertutup 3 Hakim yang Bebaskan Ronald Tannur,Bertopi dan Selalu Pakai Masker
Sementara,rekaman CCTV bandara terhapus secara otomatis setiap bulan.
Dalam dakwaannya,jaksa menyebut pengacara Ronald Tannur,Lisa Rachmat diduga menyerahkan uang suap kepada Erintuah Damanik di Dunkin’ Donuts pada awal Januari 2024.
Erin merupakan Ketua Majelis Hakim PN Surabaya yang menyidangkan perkara pembunuhan Ronald Tannur.
“Terdakwa Erintuah Damanik menerima uang sejumlah 140.000 dollar Singapura dengan pecahan SGD1.000 dari Lisa Rachmat,” kata jaksa.
Uang itu kemudian dibagi-bagikan dengan rincian 38.000 dollar Singapura untuk Erin,36.000 dollar Singapura untuk Mangapul,dan 36.000 dollar Singapura untuk Heru Hanindyo.
Kronologi KA Gajayana Tabrak Mitsubishi Triton di Bulak Kapal Bekasi hingga Sopir Tewas
Hadapi PDI-P dan Puan, Kaesang Dinilai Akan Kesulitan di Dapil V Jateng
Dari Kerja Sama Antardaerah hingga Urban Farming, Cara Jakarta Jaga Ketahanan Pangan
DPRD DKI Minta Disdik Tak Kaitkan Sekolah Rusak dengan Pemotongan DBH: Kalau Salah Diakui Aja
Bareskrim Polri: Kami Komitmen Berantas Narkoba, Termasuk ke Internal!
Buang Jasad Bayi yang Dilahirkan Sendiri di Toilet, Ibu di Bogor Jadi Tersangka
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games