2025-01-12 IDOPRESS

JAKARTA,iDoPress - Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menegaskan maksud dari pernyataan ketua umumnya,Megawati Soekarnoputri,bahwa PDI-P akan bekerja sama dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Hasto,ini berkaitan dengan sikap politik PDI-P yang di tengah-tengah,tidak menjadi oposisi atau pun koalisi pemerintahan.
PDI-P tetap memberikan kritik terhadap pemerintahan Prabowo ke depannya.
"PDI Perjuangan baik berada di dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan,itu selalu memberikan suatu kritik-kritik yang membangun untuk kepentingan rakyat,bangsa dan negara," kata Hasto ditemui di Gelora Bung Karno (GBK),Jakarta,Minggu (12/1/2025) usai lomba Soekarno Run.
Baca juga: PDI-P Pastikan Dukung Program Prabowo Selama untuk Kepentingan Rakyat Kecil
Hasto menjelaskan,PDI-P ingin menjadi penyeimbang pemerintah.
Namun,lanjut Hasto,Indonesia tidak mengenal oposisi maupun koalisi karena menganut sistem presidensial.
Sehingga,partainya enggan disebut oposisi maupun koalisi pemerintahan Prabowo.
"Jadi tentu saja di dalam sistem presidensial,itu kan kita tidak mengenal oposisi. Tetapi ada fungsi-fungsi penyeimbang,ada check and balances yang dijalankan oleh PDI Perjuangan," jelas politikus asal Yogyakarta ini.
Hasto menyatakan bahwa kritik juga kerap disampaikan ke dalam partainya.
Sebagai contoh,saat perayaan hari ulang tahun (HUT) partai,kritik juga terbuka dari masyarakat.
"Dan kami juga melakukan suatu otokritik. Maka fungsi-fungsi kritik-otokritik itu melekat di dalam fungsi-fungsi PDI Perjuangan terhadap pemerintah,terhadap DPR,terhadap lembaga-lembaga negara dan juga terhadap PDI Perjuangan sendiri," pungkas dia.
Sebelumnya diberitakan,Ketua DPP PDI-P Ahmad Basarah menjelaskan bahwa partainya akan bekerja sama dengan pemerintahan Presiden Prabowo untuk membangun bangsa.
Baca juga: Soal Sikap Politik PDI-P di Pemerintahan Prabowo,Basarah: Negara Pancasila Tak Kenal Oposisi
Namun,dia menegaskan bahwa PDI-P tidak akan bergabung dalam kabinet.
Posisi politik seperti itu,tidak seperti ketika PDI-P berada di luar atau menjadi oposisi dari pemerintahan yang dipimpin Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Hal itu ditegaskan oleh Megawati Soekarnoputri.
"Ibu menegaskan,posisi politik PDI Perjuangan yang demikian itu (kerja sama dengan pemerintah Prabowo),tidak sama dengan posisi politik PDI Perjuangan saat berada di luar pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2004-2014 yang lalu," kata Basarah dalam konferensi pers di Sekolah Partai,Lenteng Agung,Jakarta Selatan,Jumat (10/1/2025).
Posisi politik PDI-P tersebut,kata dia,tidak akan mengganggu hubungan Megawati dan Prabowo yang sudah terjalin dengan baik.
Menurut Basarah,justru sikap PDI-P tersebut diambil karena Megawati memiliki hubungan persahabatan dengan Prabowo sejak lama.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Tur Jiangsu “Travelogue of China 2026” Resmi Berakhir, Soroti Inovasi, Keterbukaan, dan Pembangunan Berorientasi pada Masyarakat
PT Otto Media Grup Gandeng Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand, Kreator, dan Rantai Pasok
Tangkap Hakim Harus Izin Ketua MA, Wamenkum: Jaga Independensi Kehakiman
Buronan Interpol Ditangkap Imigrasi di Bali, Sempat Kabur Naik Jet Pribadi lalu Dipaksa Putar Balik
Edarkan Sabu Tempel di SPBU, 2 Kurir di Jakbar Dijanjikan Upah Rp 20 Juta
BEM UI Bakal Demo di Bundaran HI Besok, Tuntut Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games