2025-01-12 HaiPress

TANGERANG,iDoPress - Sebanyak 211 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dideportasi dari Arab Saudi menjalani pemeriksaan kesehatan ketat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta,Kota Tangerang,Sabtu (11/1/2025) malam.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Human Metapneumovirus (HMPV) yang sedang marak.
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri,Judha Nugraha,menjelaskan bahwa seluruh WNI yang tiba diperiksa sesuai protokol oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).
"Sesuai dengan prosedur,jadi mereka kan sudah melalui KKP,Karantina Kesehatan,termasuk screening kesehatan terkait virus HMPV. Pemeriksaan dilakukan seperti prosedur saat pandemi Covid-19," ujar Judha di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta,Minggu (12/1/2025).
Baca juga: 211 WNI Dipulangkan dari Arab Saudi Karena Tak Punya Dokumen Resmi hingga Overstay
Adapun proses pemeriksaannya meliputi profil kesehatan untuk memastikan mereka dalam kondisi baik sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing.
Menurutnya,hasil pemeriksaan langsung tersedia setelah screening,sehingga WNI yang sehat dapat melanjutkan perjalanan. Prosedur ini penting untuk mencegah penyebaran penyakit di Indonesia.
“Kami memastikan mereka yang tiba dalam keadaan sehat,” imbuhnya.
Sebanyak 211 warga negara Indonesia (WNI) yang dideportasi dari Arab Saudi tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta,Sabtu (11/1/2025).
Mereka tiba di Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 23.30 WIB dan langsung diarahkan ke ruang imigrasi. Di sana,petugas imigrasi mengecek dokumen perjalanannya.
Baca juga: 211 WNI Dideportasi dari Arab Saudi,Menteri P2MI Sebut Tak Terkait Haji atau Umrah
"Alhamdulillah pada hari ini sudah tiba 211 pekerja migran kita. Mereka memang bekerja di Saudi dan kemudian melakukan pelanggaran keimigrasian," kata Judha.
Setelah melakukan proses imigrasi,satu per satu mereka diarahkan ke Badan Karantina Kesehatan (BKK) untuk melakukan cek kesehatan.
Usai dari BKK,pihak BP2MI pun melakukan pendataan terhadap 211 WNI yang merupakan pekerja migran Indonesia (PMI). Tujuannya agar nama mereka tidak lagi terdaftar sebagai pekerja di Arab Saudi.
"Kami datang terlebih dahulu,setelah itu baru dilakukan proses penjemputan oleh pihak keluarga masing-masing," imbuh dia.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Makanan Shangyuan Fuyang Dapat Pengakuan Pasar Indonesia, Strategi Luar Negeri Mempercepat Implementasi di Asia Tenggara
Delan Hechuang Tampil di Jakarta, Produk Bersertifikat Halal Diminati Mitra Dagang Mancanegara
Divonis Bersalah, Anggota DPRD Jember yang Merokok dan Main Gim Online di Rapat Terdiam
BPBD DKI Peringatkan Potensi Rob di Pesisir Jakarta hingga 21 Mei
Pemprov DKI Diminta Tak Sekadar Keluarkan Ingub, Warga Butuh Tempat Sampah Terpilah
Bertahan 30 Tahun di Pinggir Jalan Jakarta, Tukang Cat Duco: Yang Penting Halal, Buat Makan
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games