2025-01-09 HaiPress

iDoPress - Sebagai bahasa gaul,istilah YOLO bukanlah kata baru yang muncul di dunia digital belakangan ini. Faktanya,YOLO bisa dibilang sebagai salah satu bahasa gaul "jadul" (zaman dulu) yang sudah digunakan sejak era 1990an hingga awal 2000an.
Frasa yang merupakan singkatan dari “You Only Live Once” ini sempat booming di kalangan anak muda sebagai simbol gaya hidup spontan dan berani mengambil risiko.
Popularitas YOLO makin meroket di tahun 2010-an,terutama setelah musisi dan selebritas mulai mengusung kata tersebut dalam karya mereka.
Salah satunya adalah grup musik komedi Lonely Island yang merilis lagu berjudul “YOLO” pada 2013. Meskipun sudah lama digunakan,YOLO hingga kini masih sering muncul di berbagai platform media sosial.
Saking populernya,mungkin Anda pernah melihat kata ini berseliweran di linimasa tanpa benar-benar memahami maknanya.
Nah,apa sebenarnya arti dari YOLO dalam bahasa gaul di medsos? Selengkapnya KompasTekno menguraikannya.
Baca juga: Arti “YONO”,Istilah yang Lagi Tren di Netizen Gen Z sebagai Lawan “YOLO”
Kata YOLO merupakan singkatan dari frasa “You Only Live Once” yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berarti "kamu hanya hidup sekali."
Namun,makna harfiahnya mungkin terasa kurang jelas jika dibandingkan dengan konteks penggunaannya di media sosial. Dalam percakapan di medsos,YOLO sering dikaitkan dengan gaya hidup,budaya,hingga pola perilaku yang menekankan kebebasan dan kesenangan.
Di platform digital,kata ini kerap digunakan untuk menyuarakan gaya hidup yang cenderung spontan dan berani mengambil keputusan tanpa terlalu memikirkan risikonya.
Menurut Cambridge Dictionary,YOLO merujuk pada filosofi hidup yang mendorong seseorang untuk menikmati pengalaman menyenangkan atau luar biasa,meskipun hal tersebut bisa saja berbahaya,konyol,atau tidak masuk akal.
Makna ini selaras dengan kepanjangannya: karena hidup hanya sekali,seseorang diajak untuk tidak menyia-nyiakan waktu dengan hal-hal yang biasa atau membosankan.
Dalam konteks positif,YOLO dapat memotivasi seseorang untuk keluar dari zona nyaman,mencoba hal-hal baru,menghadapi tantangan,atau memperluas pengetahuan.
Namun,istilah ini juga memiliki sisi negatif jika digunakan untuk membenarkan perilaku impulsif yang merugikan,seperti tindakan kriminal,konsumtif,atau keputusan yang tidak bertanggung jawab.
Karena itulah,makna dari YOLO bisa beragam,tergantung pada bagaimana seseorang memaknainya dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi sebagian orang,kata ini menjadi simbol kebebasan untuk menjalani hidup dengan penuh semangat dan antusiasme. Namun,bagi yang lain,YOLO bisa menjadi alasan untuk bertindak sembrono tanpa mempertimbangkan konsekuensinya.
Baca juga: Arti Kata YOLO,Bahasa Gaul “Jadul” yang Sering Dipakai di Medsos hingga Kini
SOUEAST returns to Dubai Fashion Week as official automotive partner, redefining aesthetics of mobility
Para influencer Thailand dengan jutaan pengikut berbondong-bondong ke Gunung Emei untuk menikmati layanan budaya dan pariwisatanya yang bertaraf internasional, menjadikannya daya tarik utama
Dari Obligasi Pemerintah AS hingga Komoditas Fisik: BullNus Berupaya Membangun Lingkaran Bisnis Tertutup RWA yang Didorong oleh "Dunia Fisik"
Pelindung di Tengah Badai: Pentingnya Fitur "Copy Trading" dengan Perlindungan Modal dari Websea
RF RACER Brand Leverages Motorsport Heritage for Engineering Excellence
China Rhythm Membangun Jembatan Budaya Antara Indonesia dan Tiongkok
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games