2025-01-06 HaiPress

KOMPAS.com - Mobil Tesla Cybertruck yang meledak di depan Trump International Hotel,Las Vegas,pada awal tahun ini menjadi sorotan.
Bukan hanya soal tragedinya,tetapi juga karena bagaimana pihak berwenang berhasil mengungkap fakta-fakta di balik insiden tersebut.
Pihak kepolisian setempat diketahui menggunakan data yang dikumpulkan oleh mobil Tesla untuk melacak perjalanan pengemudi.
Lewat pengungkapan data ini,polisi memastikan bahwa penyebab ledakan bukan berasal dari kendaraan,melainkan dari bahan peledak yang ada di dalamnya.
Meski data-data tersebut membantu pihak berwenang mengungkap penyebab ledakan,tindakan yang dilakukan Tesla dalam mengumpulkan data pengemudi dianggap menyalahi privasi.
Dalam hitungan jam,Tesla sendiri dapat memberikan informasi perinci tentang perjalanan selama lima hari yang dilakukan pengemudi sebelum terjadi ledakan.
Bahkan,data tersebut mencakup pemberhentian pengisian daya di Colorado,New Mexico,dan Arizona.
Baca juga: Mobil Listrik Tesla Cybertruck Meledak,Kembang Api Diduga Jadi Penyebab
Data ini memungkinkan polisi untuk menentukan bahwa insiden tersebut terkait dengan bahan peledak dan bukan kesalahan mekanis kendaraan.
Sheriff Departemen Kepolisian Metropolitan Las Vegas,Kevin McMahill,bahkan mengapresiasi bantuan Tesla.
"Saya harus berterima kasih kepada Elon Musk,khususnya. Ia memberi kami cukup banyak informasi tambahan," kata McMahill.
Adanya data pengemudi yang dikumpulkan Tesla dianggap membuat mobil tersebut bisa memata-matai penggunanya.
Menurut David Choffnes,Direktur Eksekutif Cybersecurity and Privacy Institute di Northeastern University,ini merupakan jenis pengawasan yang "menyeluruh".
"Ketika sesuatu yang buruk terjadi,itu membantu,tetapi ini adalah pedang bermata dua. Perusahaan yang mengumpulkan data ini dapat menyalahgunakannya," kata Choffnes dikutip KompasTekno dari The Associated Press,Minggu (5/1/2025).
Tesla sendiri memiliki sejarah kontroversial dalam menangani data pengguna.
Laporan Reuters mengungkap bahwa karyawan Tesla pernah saling berbagi video dan rekaman sensitif dari kamera kendaraan.
KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait Kasus Suap Ijon Proyek Bupati Rejang Lebong
WNA Jadi WNI Dikenai Tarif Rp 75 Juta, Ini Bunyi Sumpah yang Harus Diucapkan
Banyak Sekolah Sepi Peminat di Tahun Ajaran Baru, Ada Apa?
Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Sah
Ahli Sebut Kriminalisasi Meme Demo Agustus Jadi Rekam Jejak Buruk Penegakan Hukum
Pengemudi Ojek yang Ditembak Saat Gagalkan Curanmor di Jaktim Masih Dirawat, Polisi Buru Pelaku
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games