2024-07-16 HaiPress

KOMPAS.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan,Pemerintah Indonesia terbuka untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) di bidang bioteknologi,seperti pada komoditas padi,jagung,dan tebu.
Kerja sama tersebut salah satunya dilakukan melalui penelitian di bidang bioteknologi antara universitas di Indonesia,seperti Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan universitas di AS.
Hal tersebut dikatakan Airlangga dalam pertemuan dengan Under Secretary for Economic Growth US Department of States Jose Fernandez di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian,Senin (15/7/2024).
“Pemerintah telah bekerja sama dengan sejumlah universitas untuk mengembangkan laboratorium pada beberapa komoditas,seperti beras,dan tebu serta penggunaan bioetanol untuk bahan bakar ramah lingkungan,” ungkapnya melansir ekon.go.id
Baca juga: Soal Perpanjangan Restrukturisasi Kredit,Menko Airlangga: OJK Kayanya Tidak Setuju..
Menko Airlangga mengatakan,pemerintah saat ini juga tengah mengembangkan sejumlah food estate untuk menjaga keamanan pangan di seluruh Indonesia.
Terkait optimalisasi pemanfaatan energi non-fosil sebagai pembangkit listrik,dia menyinggung pemanfaatan teknologi small modular reactor (SMR) sebagai pembangkit tenaga listrik.
Menko Airlangga mengatakan,dengan mempertimbangkan Indonesia sebagai negara kepulauan yang besar,kapasitas energi listrik yang sesuai dengan kondisi geografis Indonesia pun perlu diperhatikan.
“Reaktor nuklir yang dihasilkan melalui modular SMR dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan tersebut,” jelasnya Ketua Umum Parta Golkar itu.
Baca juga: Defisit APBN 2,7 Persen dari PDB,Menko Airlangga Sebut Masih Aman
Pada kesempatan tersebut,Fernandez menyampaikan keinginan AS untuk kerja sama dalam bidang bioteknologi pertanian.
Selanjutnya,Fernandez menyebutkan,pihaknya siap mendukung penggunaan SMR dan mendorong pihak swasta agar dapat membantu pengembangan dan kajian kelayakan untuk pembangunan reaktor tersebut di Indonesia.
Terdapat beberapa pelaku usaha pengelola reaktor nuklir untuk tenaga listrik yang menyatakan minat kerja sama di Indonesia.
Indonesia juga telah memiliki beberapa laboratorium nuklir untuk kegiatan penelitian dan pengembangan.
Sebelumnya,Pemerintah Indonesia menetapkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 17 Tahun 2024 tentang Tim Nasional Persiapan dan Percepatan Keanggotaan Indonesia dalam Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (Organisation for Economic Co-operation and Development) atau Tim Nasional OECD.
“Proses aksesi Indonesia diharapkan mampu mendukung reformasi struktural yang berkelanjutan di Indonesia serta mendukung penyempurnaan kebijakan dan regulasi sesuai referensi yang unggul,” tegas Menko Airlangga.
Baca juga: Menko Airlangga: Indonesia Papan Atas di Antara Negara OECD
Sementata itu,Fernandez menegaskan dukungan Pemerintah AS dan optimisme bahwa Indonesia dapat meraih keanggotaan penuh OECD dalam waktu tidak terlalu lama.
Para influencer Thailand dengan jutaan pengikut berbondong-bondong ke Gunung Emei untuk menikmati layanan budaya dan pariwisatanya yang bertaraf internasional, menjadikannya daya tarik utama
Dari Obligasi Pemerintah AS hingga Komoditas Fisik: BullNus Berupaya Membangun Lingkaran Bisnis Tertutup RWA yang Didorong oleh "Dunia Fisik"
Pelindung di Tengah Badai: Pentingnya Fitur "Copy Trading" dengan Perlindungan Modal dari Websea
RF RACER Brand Leverages Motorsport Heritage for Engineering Excellence
China Rhythm Membangun Jembatan Budaya Antara Indonesia dan Tiongkok
Paradigma Baru untuk Jalur Pemungutan Suara: Dari Agregasi Informasi ke Asetisasi Konsensus, Posisi dan Implementasi Praktis OracleX.
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games