2024-07-13 HaiPress

TANGERANG,iDoPress - Pria berinisial S (41) yang membakar istrinya,SCD (23),di Jalan Irigasi Kali Sipon,Kelurahan Kenanga,Cipondoh,Kota Tangerang,disebut sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Hal itu disampaikan oleh kuasa hukum korban,Furba Indah,setelah mendampingi pemeriksan adik kandung korban,Muhammad Akbar Setyo Derawan (20),di Kantor Polres Metro Kota Tangerang.
"Sebetulnya ada pendalaman yang diduga KDRT ini sudah berulang kali," ujar Furba Indah saat ditemui di Kantor Polres Metro Kota Tangerang,Jalan Harapan,Babakan,Kecamatan Tangerang,Sabtu (13/7/2024).
Baca juga: Suami Bakar Istri di Tangerang,Adik Pelaku dan Tetangga Sempat Mencegah
Meski sering melakukan KDRT,pelaku tidak pernah dilaporkan korban ke polisi.
"Sebelum kejadian ini,sudah pernah ada kejadian KDRT dan sempat mau dilaporkan oleh pihak kepolisian. Tapi karena satu dan lain hal,akhirnya pada saat itu tidak terjadi laporan," kata Indah.
Bahkan,kata Furba,korban juga sempat dibawa ke Bogor oleh keluarganya untuk diamankan.
"Korban juga sudah sempat pulang ke rumah yang ada di daerah Bogor untuk diamankan oleh keluarga," kata dia.
Selama di Bogor,pelaku diduga sering membujuk istrinya untuk balik ke kontrakannya di Cipondoh. Namun,saat berhasil membujuk istrinya,pelaku kembali melakukan KDRT dengan membakar sang istri.
"Setelah itu datang lagi ke Tangerang. Mungkin ada bujuk rayu dan sebagainya,akhirnya terjadi kejadian ini," imbuh dia.
Baca juga: Kasus Suami Bakar Istri di Tangerang,Tetangga Duga Pelaku Kesal karena Anaknya Tak Bisa Masuk ke Rumah
Sebagai informasi,pihak kepolisian telah menetapkan S sebagai tersangka pada Selasa (2/7/2024).
Dia terancam dijerat Pasal 44 dan 45 Undang-undang KDRT Nomor 23 Tahun 2004 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.
Sedangkan sang istri masih menjalani perawatan intensif di HCU RSUD Kabupaten Tangerang karena mengalami luka bakar hingga 27 persen di bagian kepala dan wajahnya.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Pencapaian 30 Juta Kendaraan GAC Group: Angka-angka di Balik "Kecepatan GAC"
Sahroni: Jampidsus Baru Kuntadi Punya Integritas untuk Menuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
Sahroni Minta Jampidsus Kuntadi Jangan “Main Mata”, Segera Tuntaskan Kasus Febrie
Prabowo Tunjuk Asep Nana Mulyana Jadi Wakil Jaksa Agung, Kuntadi Jadi Jampidsus
Air Kali Bekasi Menyusut Imbas Kemarau, Tumpukan Sampah Muncul di Pinggir Sungai
Istana Jawab Klaim Nanik S Deyang Akan Jadi Pengawas BGN
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games