2024-07-09 HaiPress

JAKARTA,KOMPAS.com - Kebuntungan menimpa 26 orang yang melamar kerja di sebuah toko ponsel di Pusat Grosir Cililitan (PGC),Kramatjati,Jakarta Timur.
Niat hati mencari kerja,ke-26 orang itu malah kena tagih pinjaman online(pinjol) lantaran data pribadi mereka disalahgunakan oleh R,karyawan di salah satu toko ponsel di PGC.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan,mulanya R berpura-pura membantu orang lain yang ingin bekerja di toko ponsel di PGC.
Baca juga: Karyawan Toko Ponsel di PGC Pakai Data 26 Pelamar Kerja untuk Pinjol
"Kami sampaikan bahwa si terlapor,dalam hal ini R,melakukan modus operandi berupa dia berlagak seperti penyalur tenaga kerja di konter handphone," kata Nicolas saat jumpa pers di Mapolres Metro Jakarta Timur,Senin (8/7/2024).
Sebanyak 26 orang melamar kerja melalui R. Kemudian,R meminta data pribadi ke para pelamar kerja dengan alasan sebagai syarat melamar kerja.
Data pribadi yang diminta kepada para pelamar kerja itu meliputi foto KTP dan swafoto. Setelah didapat,data itu disalahgunakan R untuk mengajukan pinjol.
"Demikian dia mencari mangsa dengan catatan korban atau mangsa ini dapat memberikan identitas aslinya berupa KTP dan membuat foto swafoto (selfie) dirinya dari setiap korban itu sendiri," jelas Nicolas.
Nicolas berujar,kasus ini telah dilaporkan pada tanggal 5 Juli 2024.
Menurut Nicolas,dengan modusnya tersebut,R mendapat korban lebih kurang 26 orang dengan jumlah kerugian lebih dari Rp 1 miliar.
Baca juga: Datanya Dipakai untuk Pinjol,Pelamar Kerja Toko Ponsel PGC Dimintai KTP dan Selfie
"Kerugiannya ada sampai Rp 1 miliar lebih," ujarnya.
Berdasarkan pemeriksaan terhadap saksi,polisi mendapati bahwa R melakukan aksinya tersebut seorang diri.
Untuk saat ini,tim penyidik Polres Metro Jakarta Timur masih memeriksa para saksi yang berjumlah enam orang,yakni pelapor berinisial MJ beserta saksi lainnya.
"Dan selanjutnya,kami akan memanggil terlapor,yang dalam hal ini,satu orang nama berinisial R untuk diambil keterangannya sebagai saksi," terang Nicolas.
"Ini sesuai dengan Peraturan Kapolri (Perkap) di Polri,sesuai dengan Perkap Nomor 6 Tahun 2019. Dan pasal yang ditersangkakan kepada yang bersangkutan adalah penipuan dan penggelapan," imbuh dia.
Baca juga: Minta Data Pribadi untuk Pinjol,Karyawan Toko Ponsel PGC Rayu Pelamar Kerja Pakai Doorprize
Kuasa hukum para korban,Muhammad Tasrif Tuasamu mengatakan,pelaku tak hanya pura-pura membantu menawarkan lowongan pekerjaan kepada korban,tetapi juga mengiming-imingi hadiah.
Tur Jiangsu “Travelogue of China 2026” Resmi Berakhir, Soroti Inovasi, Keterbukaan, dan Pembangunan Berorientasi pada Masyarakat
PT Otto Media Grup Gandeng Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand, Kreator, dan Rantai Pasok
Tangkap Hakim Harus Izin Ketua MA, Wamenkum: Jaga Independensi Kehakiman
Buronan Interpol Ditangkap Imigrasi di Bali, Sempat Kabur Naik Jet Pribadi lalu Dipaksa Putar Balik
Edarkan Sabu Tempel di SPBU, 2 Kurir di Jakbar Dijanjikan Upah Rp 20 Juta
BEM UI Bakal Demo di Bundaran HI Besok, Tuntut Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
©hak cipta2009-2020 Berita Hansen Mobile Games